"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Minggu, 31 Januari 2016

Kisah Suparmo Yang Bertahan Hidup Jual Mainan Anak

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Syukuri dan ikhlas itulah motto hidup Suparmo P Turia (81), Warga jalan Rasamala Lingkungan Krajan Kelurahan Baratan Patrang yang sehari-hari berprofesi penjual mainan anak.

Lebih dari empat puluh tahun waktunya dihabiskan dengan berjualan “kitiran”. “ Ya seperti ini nak, saya berjualan kitiran. Tiap hari berangkat dari rumah jam 7 pagi dan pulang kembali ke rumah sampai jam lima sore, “ katanya saat ditemui di seputaran Kreongan Kelurahan Jember Lor Patrang Minggu (31/1)

Bapak tujuh orang anak ini menjelaskan bahwa mainan kitiran yang dia jajakan adalah hasil karyanya sendiri dan bukan kulakan. Biasanya dia jual lima ribu rupiah setiap satu kitiran. Hasilnya cukup untuk makan sehari-hari dan sisanya untuk membeli bahan kitiran yang nantinya dia rancang sendiri.

Awal berjualan dia mulai saat berhenti ketika masih duduk di kelas lima Sekolah Rakyat. Ketika itu ekonomi masih dalam keadaan sulit pasca kemerdekaan. Kondisi itu membuatnya berhenti sekolah dan memutuskan untuk mencari rejeki.

“Waktu itu kondisi perekonomian masih sulit nak, sulit untuk mencari uang, jadi imbasnya saya terpaksa harus putus sekolah dan membantu orang tua jualan kitiran hingga sekarang ini, “ ungkapnya serasa membuang peluh dengan tangannya di sekitar wajah yang membasahi pipinya yang keriput itu.

Meski sebenarnya ada rasa lelah baginya tak dirasakan, baginya mencari rezeki yang halal lebih utama dan tetap bersyukur atas nikmat karunia Allah SWT. “ Meski hasilnya sedikit tapi berkah itu sudah disyukuri nak. Yang penting halal, kita harus tetap bersyukur nikmat Allah SWT, “ imbuh

Kini dengan usia yang senja, Suparmo hanya menjajakan barang dagangannya di seputaran dalam kota. Profesi yang sudah ditekuninya hingga usia  81 tahun ini tak menjadikan Suparmo putus asa. Setia menjalankan profesi berjualan mainan kitiran ini dilakukannya dengan ikhlas dan tanpa  mengeluh.

Sepanjang hari ini, lelaki tua ini terus berjalan kaki menyusuri jalan, ia mengaku bahwa kitiran yang ia jajakan hari ini hanya laku dua buah saja. Namun bagi Suparmo hal itu tak menjadi masalah. Berapapun rejeki yang Allah berikan lewat dagangan yang ia jual tetap disyukuri. (midd/ sug)

Berita Terkait Sosial Budaya

Tidak ada komentar: