"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Wednesday, January 6, 2016

Pantai Wisata Payangan Jember Akan Ditutup

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Tidak adanya pihak yang tanggungjawab paska kecelakaan laut yang menewaskan 2 anak asal Kabupaten Lumajang, Pantai Wisata Payangan, dikabarkan akan ditutup.

“Sebelum rencana penutupan itu disosialisasikan kepada warga sekitar pantai, kami masih akan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan pemerintah desa setempat”, Demikian kata petugas Satpol Air Jember, Brigpol Ilyas, saat dihubungi via ponsel, Rabu (6/1).

Menurutnya, langkah penutupan itu berdasarkan hasil evaluasi petugas mengenai tingkat keamanan pengunjung yang dinilai rawan. Selain itu, tiadanya penanggung jawab yang mengelola tempat wisata menjadi salah satu alasan untuk ditutupnya lokasi wisata gratis tersebut.

“Selama ini, hanya masyarakat sekitar  pantai saja yang memanfaatkan dengan menyediakan fasilitas parkir maupun mengutip sejumlah uang kepada pengunjung yang naik ke Bukit Seroyo. Namun, soal keamanan tidak ada yang bertanggung jawab. Bahkan ketika terjadi kecelakaan laut, mereka saling lempar tanggung jawab,” jelas Ilyas.

Sejauh ini, polisi telah berusaha menemui Kepala Desa Sumberrejo untuk membicarakan rencana penutupan Pantai Payangan, namun upaya itu belum membuahkan hasil. “Jadi untuk sementara rencana itu belum kami laksanakan, menunggu hasil koordinasi dengan pemerintah desa setempat,” paparnya.

Mendengar Rencana Penutupan, sejumlah warga sekitar pantai menolak Munculnya rencana penutupan Pantai Payangan di Desa Sumberrejo, Kecamatan Ambulu. Bahkan, mereka menuding ada upaya merampas lokasi wisata yang sudah mulai ramai.

Direktur Masyarakat Sadar Wisata Lestari Bahari (Massawil), kecamatan Ambulu, Suto Wijoyo menilai, upaya menutup Pantai Payangan itu tidak bijak. "Sebab ramainya pengunjung sudah mampu meningkatkan perekonomian masyarakat lokal," katanya.

Menurut dia, selama ini masyarakat sekitar pantai menerima dampak positif dengan berdagang dan membuka lahan parkir. "Kalau ditutup masyarakat akan berontak," tegasnya.

Dia mengelak tudingan komersialisasi yang dilakukan kelompok masyarakat yang mengelola Bukit Seroyo. Meski dia mengaku ada pungutan untuk pengunjung yang naik bukit tersebut. "Itu sumbangan dana untuk pelestarian alam Bukit Seroyo," pungkasnya.

Dikatakannya, dana yang terhimpun itu juga digunakan untuk pengembangan, seperti membangun jalan ke puncak bukit dan fasilitas lainnya. Selain itu, bibit sejumlah tanaman yang ditanam di bukit gersang tersebut, dibeli dari sumbangan pengunjung.  "Kalau tidak ada sumbangan dari pengunjung, kami dapat dari mana," tuturnya.

Selama ini, kata Suto, pemerintah tidak pernah memperhatikan potensi wisata yang digarapnya. Namun, setelah lokasi wisata ini populer banyak pihak yang berupaya akan mengambil alih. “Kalau sudah terkenal, semua pada mau merebutnya," sesalnya.

Meski demikian, Suto mengaku siap menata wisata di Payangan bersama pemerintah. Asalkan, ada kejelasan dan keseriusan untuk membangunnya. "Meski sebenarnya kami tidak yakin itu. Sebab menengok Pantai Watu Ulo saja ditelantarkan begitu," kritiknya.

Sementara itu, Kepala Desa Sumberrejo, Kariyono, tak merespon saat ditelpon wartawan. Namun, kades sempat menyampaikan lewat pesan singkatnya yang menegaskan, bahwa pihak desa telah menyiapkan peraturan desa untuk mengelola tempat wisata tersebut. (ruz)

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: