"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Wednesday, January 6, 2016

Pungutan Liar Di Sejumlah Sekolah Di Jember Masih Marak

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Terkuaknya pungutan liar kepada Wali Murid dengan dalih untuk biaya pendaftaran masuk sekolah negeri di Kabupaten Jember, membuat anggota DPRD kabupaten Jember angkat bicara.

Menurut Anggota Komisi D Fraksi Hanura Habib Isa Mahdi, apapun bentuk alasannya melakukan pungutan kepada wali murid itu tidak dibenarkan, pasalnya pemerintah sudah mencanangkan program wajib belajar 12 tahun sebagaimana diamanahkan undang-undang.

Untuk itu Habib Isa akan memanggil kepala sekolah. "Jadi tidak dibenarkan dengan dalih apapun, melakukan pungutan kepada walimurid. Disinilah peran penting seorang komite sekolah sebagai wakil dari masyarakat, untuk berperan aktif" Jelasnya.

DPRD akan minta Dinas Pendidikan menindak lanjuti kepala sekolah dan kami juga akan mengagendakan untuk memanggil sebagai bentuk klarifikasi sebagai penanggung jawab sekolah. "Kami akan panggil untuk menjelaskan, untuk apa saja biaya tersebut ditarik. Ini salah satu kebijakan yang tidak bisa diterimakan," Jelasnya.

Menurut Habib Isa biasa ia dipanggil bahwa Peran komite sekolah dinilai banyak yang belum paham (Tupoksi) Tugas pokok dan fungsinya. Hal ini bukan tidak mendasar, banyak komite sekolah dianggap dan difungsikan hanya sebagai mitra.

Sehingga banyak sekolah berani mengambil kebijakan yang kurang berpihak kepada wali murid dengan alasan dapat persetujuan Komite Sekolah. "Ingat komite sekolah, bukan mitra kepala sekolah, tetapi penjelmaan wakil wali murid. sekolah harusnya paham itu, dan wali murid harus mengkritisinya." Tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, ada dugaan kuat pihak oknum sekolah di SDN Wirolegi menarik dana pendaftaran  hingga Rp.700.000,- dengan alasan untuk pembelian seragam dan sumbangan tempat ibadah. akibatnya seorang wali murid rela mengemis demi anaknya masuk di Sekolah Dasar. (eros)

Berita Terkait Pendidikan

No comments: