"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Friday, January 22, 2016

Peresmian Masjid Eks Lokalisasi Besini Dikawal Banser

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Puluhan anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Cabang Kencong Jum’at (22/1) kawal peresmian Masjid Nurul Hidayah, di eks lokalisasi prostitusi besini, di Dusun Krajan 2, Desa Puger Kulon.

Mereka berjaga-jaga mulai jalan masuk kawasan lokalisasi, hingga di depan pintu utama yang menjadi akses keluar masuk ke lokasi tersebut. Bahkan sebagian diantaranya, bersiaga di pintu gerbang kompleks yang hingga kini masih aktif dijadikan sebagai tempat prostitusi.

Komandan Banser, Fatikul Asror, menampik anggapan bahwa penjagaan Banser tersebut karena adanya aksi penolakan warga setempat.  “Tidak, bahkan warga disini sangat mendukung dengan dibangunnya masjid tersebut,” ujar anggota Banser Cabang Kencong ini.

Dukungan itu, diwujudkan dengan mengirimkan makanan dan minuman. Menurut Fatikul, pengamanan ini murni dilakukan atas instruksi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yang memerintakan kepada Banser selalu hadir di tengah-tengah kegiatan masyarakat. “Muslim maupun non muslim,” tegasnya.

Pantauan media ini di lokasi peresmian, tampak ratusan warga dari berbagai elemen memadati acara tersebut bahkan meraka juga membawa makanan kenduri, diantaranya, dari warga setempat yang bermukim di eks lokalisasi. Usai diresmikan, warga kemudian menggelar sholat jum’at berjamaah..

“Minimal kita menyediakan sarana dan prasarana. Setelah adanya fasilitas pendidikan untuk anak-anak dan ibadah, saya yakin warga akan tergerak (hatinya) berbuat yang lebih baik. Bagaimanapun juga mereka adalah umat yang beragama,” kata Camat Puger, Sutrisno, saat diwawancarai sejumlah wartawan.

Untuk diketahui, meski telah ditutup secara resmi sejak tanggal 1 April 2007 yang lalu oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, dan telah beralih status sebagai pemukiman biasa. Sebelum ditutup oleh pemerintah, lokalisasi ini adalah yang terbesar di Jember.

Namun, beberapa tahun setelah penutupan, aktifitas prostitusi tetap berjalan sebagaimana biasa. Sehingga, sejak awal 2014 yang lalu, sejumlah tokoh masyarakat dan pemerintah kecamatan setempat berinisiatif untuk membangun sebuah Masjid.

Pro dan kontra, sempat terjadi di awal-awal pembangunan. Tapi, setelah berjalan sekian waktu, sejumlah tokoh masyarakat setempat mendukung. Bahkan, ada salah seorang mucikari yang bersedia menjadi Takmir Masjid.

Awalnya, panitia sempat tertatih-tatih, karena keterbatasan anggaram. Masjid ini kemudian berdiri, setelah sebuah lembaga donor internasional bersedia membantu untuk mewujudkan harapan warga. Tentunya, dengan sumbangsih dana dan tenaga yang juga disiapkan oleh panitia setempat. (ruz)

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: