"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Friday, January 29, 2016

Preman Kampung Aniaya Ketua Purnawirawan TNI Jember

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Joko (33).  Preman Kampung yang sering membuat onar, Kamis (27/8), menganiaya ketua Purnawirawan Letkol TNI Yahadhi Warga Jl Brantas, XXIV, RT 05, RW 026, Kelurahan Sumber Sari.

Menurut Saksi Sri Ismiati yang juga Istrinya, Penganiayaan kepada Letkol TNI yang Terahkir Bertugas Sebagai Kapusdal Ops, di Kodam V/ Brawijaya ini dipicu oleh pelaku yang berbuat onar kepada Keluarga Koban dan anak Indekos dirumahnya yang sudah di laporkan pada Polisi satu tahun yang lau.

“Sesuai LP No 27/I/2016/Jatim Res.Jember/ Sek Sbr. Tanggal 29/1, pada hari Kamis (27/8), Pasalnya pelaku berlagak seperti petugas Trantip, lakukan Sweeping KTP terhadap penghuni indekos dirumah Korban” Jelas Ismiati kepada sejumlah wartawan RS Jember Klinik Jum’at (29/1)

Kejadian ini saat korban yang juga sebagai Ketua Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) Jember, sedang membersihkan Tandon Air dibelakang rumah, tiba-tiba pelaku menghantan kepala korban berulang-ulang dengan menggunakan martil (Palu), beruntung segera di ketahui Istri Korban.

Masih kata Sri Ismiati “sebelumnya pelaku yang juga tetangga Korban, mencari masalah dengan memasukan kotoran ayam kedalam tendon air, namun saksi masih berusaha bersabar untuk diselesaikan secara kekeluargaan, mengajak membersihkan bersama-sama, namun dari pihak keluarga pelaku sudah tidak mau untuk berembuk justru lepas tanggung jawab, sehingga menghubungi Polisi” Ujarnya

“pada saat polisi datang menanyakan Pelaku, kepada Ketua RW 026 Bukaman (60), Joko sedang di Balung, namun berlselang lima menit setelah polisi meninggalkan TKP, Pelaku mencul lansung melakukan penganiayaan terhadap korban, kejadian itu juga diketahui oleh orang tua pelaku” Tambah Sri Ismiati

Menurut Kapolsek Sumber Sari, Kompol Andi Febrianto Ali, Korban kembali melaporkan penganiayaan. “pelaporan pertama korban terkait pengrusakan sudah P21 lengkap, sedangkan untuk laporan penganiayaan, polisi akan melakukan upaya pengejaran, karena pelaku melarikan diri “Tegasnya (edw) 

Berita Terkait Kriminal

No comments: