"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Thursday, January 28, 2016

Seorang Polisi dan Tiga Wartawan Nyaris Dihabisi Penambang Emas Liar

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Saat tersesat hendak meliput olah TKP penambang emas liar yang tewas terimbun di lobang, seorang polisi dan tiga wartawan Kamis (28/1) nyaris jadi dihabisi puluhan penambang.

Bahkan, anggota intel Polsek Wuluhan Bripol Erly Kustanto bersama Rully Efendi (Radar Jember), Felli Kosasi (JTV) dan Mahrus Sholih (Times Indonesia) yang kepergok segerombolan pria yang sedang melakukan aktivitas penambangan di gunung Manggar Kecamatan Wuluhan itu dikepung dan diacungi parang.

Mereka tampak bergerombol, sebagian tak mengenakan baju dan menenteng peralatan tambang. Sejumlah penambang emas liar ini terlihat baru keluar dari lubang galian yang atasnya diberi terpal, mirip seperti tenda anak-anak yang sedah berkemah.

lantas Bripol Erly Kustanto berusaha membujuk mereka. “Sana bubar… bubar, bubar” Namun seruan anggota berpakaian preman tersebut tidak diggubris. bahkan, justru mengepung dengan mengacung-acungkan parang. "Ayooo, wartawanya cuma empat orang. habisi aja," teriak salah satu orang yang kelihatan dituakan.

Sejumlah wartawan yang mengambil gambar aktivitas penambangan emas pun, juga diancam mau dihabisi. "Saya juga sempat diancam mengunakaan parang oleh sekelompok penambang, mereka berusaha menyerang kami, saat itu kami bertiga akan melakukan tugas peliputan," kata Rully.

Merasa terdesak, Bripol Erly mengingatkan dan menyebut bahwa dirinya seorang polisi. Meski sudah demikian, bukannya takut, bahkan semakin mendekat. Melihat mereka semakin bringas, anggota polisi mengaku sudah mengenali identitas masing-masing penambang dan akan menangkap jika tidak mau bubar.

Rully pun tak habis akal. "Berani kalian? Jangan macam-macam. Di bawah sudah ada banyak petugas. Kalian mau ditangkap? Saya ini kasihan sama kalian. Ayo bubar, pulang," teriaknya. Rupanya lontaran Rully bikin mereka ciut nyali. Akhirnya, orang-orang itu membubarkan diri.

Sekelompok penambang akhirnya mundur dan kabur beraturan, mereka lari lewat selatan gunung, Sekitar 10 menit kemudian, terdengar deru mesin motor, penambang itu naik melalui arah selatan menggunakan motor bebek yang telah dimodifikasi seperti trail. "Alhamdulikah, akhirnya kami berhasil lolos," kata Rully.

Kejadian ini berawal ketika ketiga jurnalis yang diantar petugas salah jalan. Mereka bergerak ke sisi selatan gunung, bukan sisi utara. "Tak disangka, di sana mereka memergoki puluhan penambang emas liar. “Kami terlambat. Kapolsek sudah berangkat dulu, jadi kami diantarkan petugas," katanya

Kedatangan mereka hendak meliput olah tempat kejadian perkara (TKP) Eko Setiawan, penambang emas liar yang ditemukan tewas membusuk tertimbun tanah dikedalaman 20 meter di lubang bekas galian penambang emas liar Rabo malam, (27/1) lalu.

Sejumlah wartawan mengaku kaget dengan keberadaannya. Karena saat dilakukan razia oleh petugas gabungan beberapa waktu lalu, , tak satupun ditemukan penambang. Petugas hanya menemukan tenda-tenda kosong. “Ternyata masih banyak, bahkan ada sekitar 20 orang tadi,” pungkasnya. (yond)

Berita Terkait Lingkungan

No comments: