"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Saturday, February 20, 2016

Kualitas Sebuah Negara Ditentukan Dari Keluarga

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Kualitas sebuah Negara diawali dari kualitas keluarga, dikeluarga itulah awal pendidikan dan kasih sayang ditanamkan, sehingga menumbuhkan keceradasan kognitif dan sosial.

Pernyataan itu disampaikan anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Ayub Khan, saat menyosialisasi program Keluarga Berencana (KB) bekerjasama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), di Desa Balung Kulon, Kecamatan Balung, Sabtu malam (20/2).

Menurut politisi asal Jember ini, beberapa fungsi keluarga yang dapat menjadi tumpuan anak untuk mengembangkan diri. Diantaranya adalah fungsi agama, sosial budaya, cinta dan kasih sayang, fungsi sosial pendidikan, kesehatan reproduksi, serta fungsi ekonomi.

“Dan satu lagi, yakni fungsi lingkungan, karena keluarga menjadi ujung tombak dalam memelihara kelestarian  lingkungan untuk masa depan anak cucu mereka yang lebih baik,” papar Ayub Khan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelatihan dan Pengembangan Jember, BKKBN Provinsi Jawa Timur, Edi Aries Manto, menuturkan, dalam menyampaikan program KB, BKKBN melakukan dengan cara yang kreatif, agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai.

“Seperti di Balung ini, kami menggunakan sarana kesenian tradisional wayang kulit. Targetnya, agar masyarakat dapat mengikuti program KB, yang diharapkan tak hanya mengendalikan laju pertumbuhan penduduk, tetapi juga pernikahan dini,” ujarnya.

Ditambakan Aries, sosialisasi melalui konvensional melalui dialog dan seminar tetap dilakukan, namun frekuensinya dikurangi. “Kami menyebut, sosialisasi kami dengan KIE Kreatif, yakni lebih menonjolkan sisi komunikasi yang dapat memberi informasi serta edukasi kepada masyarakat,” jelasnya.

Sehingga, sambung dia, masyarakat terlibat aktif dalam setiap sosialisasi yang digelar oleh BKKBN. “Karena saat ini, masyarakat tak hanya menjadi obyek pembangunan, tetapi adalah subyek pembangunan itu sendiri,” pungkas Aries. (ruz)

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: