"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Friday, March 18, 2016

Merasa Dipermainkan, Nasabah BPR Ancam lapor Ke OJK

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Tidak terima diekskusi pemenang lelang, pemilik rumah dan tanah mengancam akan melaporkan BPR Bumi Hayu ke OJK, pasalnya proses lelang tersebut diduga syarat akan permainan.

Eksekusi Rumah dan Tanah milik Muktar (65) Warga Dusun Krajan, Desa Sukowono Kecamatan Sukowono, atas pemenang Lelang Satu (Agustinus Hartono) dipersoalkan Pemilik sertifikat, karen proses Lelang yang di lakukan BPR Bumi Hayu didiga ada permainan yang sudah diatur sebelumnya.

Pasalnya pemenang lelang tersebut adalah pemilik lahan yang posisinya bersebelahan dengan Lokasi milik Klaiennya (penggugat), yang notabenya pernah menawar  600 juta sebelum ada rencana pelelangan. Untuk itu dirinya melakukan gugatan dan saat ini masih dalam proses hukum.  

Menurut Penasehat Hukum korban, Abdul Haris Alfianto SH, M, bahwa surat gugatan gugatan perdata No 48/PDT.P.G/ Tahun 2016/PN. Jbr, yang menggugat Agustinus Hartono, sebagai pemenang lelang, tergugat dua BPR Bumi Hayu Ambulu, tergugat tiga KP2LN, hingga saat ini masih berjalan.

Menurut Alfin biasa Ia disapa, informasi yang didapat lelang dimenangkan Agustinus Hartono (tergugat satu) dengan nilai 325 juta. "harga itu jauh dibawah harga normal, dan masih dibawah kesanggupan penggugat untuk melunasi yang saat itu penggugat sanggup membayar sebesar Rp 350 juta. "Jelas Alfin  Jumat (18/3)

Disamping itu penggugat tidak pernah diajak musyawarah sebelum terjadinya lelang, apalagi untuk dilaksanakan pelelangan dan menentukan harga Lelang. "untuk itu dalam waktu dekat kami juga akan laporkan kasus ini ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). " Ungkap pengacara yang juga sebagai ketua LSM Gagak Hitam

Kasus ini berawal tahun 2012, M Mohtar menjaminkan Sertifikat dan Bangunan seluas 300M2, setelah setahun macet, tahun 2015 saat menanyakan pelunasan melalui direktur Tanos Ferry, SH, diminta pengembalian 420 juta.  "Sebelum penggugat melunasi, BPR telah mengajukan obyek lelang ke pihak  KP2LN, "ungkapnya. (edw)

Berita Terkait Ekonomi Bisnis

No comments: