"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Friday, March 11, 2016

Nenek 80 Tahun Bertahan Hidup Dengan Berjualan Bunga

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Untuk bertahan hidup perempuan tua ini masih semangat bekerja dengan berjualan bunga untuk keperluan peziarah di pemakaman jalan Kenanga Kelurahan Gebang Kecamatan Patrang.

Tampak, Nenek berusia 80 tahun, yang diketahui bernama Maryati warga Dusun Durjo Desa Karangpring Desa Kecamatan Sukorambi.  Sejak pukul tujuh pagi sudah menggelar dan menjajakan beberapa bungkus bunga tabur yang dibungkus kantong plastik ukuran kecil dan ukuran besar.

Tak ada raut sedih diwajahnya, semua dijalani dengan penuh keikhlasan dan semangat pantang menyerah. Dia berangkat dari rumah dan pulang diantar tukang ojek. “Saya berjualan kembang taman (bunga tabur) sejak jam tujuh pagi hingga jam lima sore setiap harinya nak,” katanya Jum’at (11/3).

Menurutnya, dalam sehari rata-rata penghasilannya antara lima ribu rupiah hingga lima belas ribu rupiah, “itupun masih harus dikeluarkan untuk biaya ongkos tukan ojek”. ceritranya sambil sesekali meneguk secangkir air teh hangat pemberian Bu Beby (50) pemilik warung di sebelahnya.

“Kasihan mas, bu Maryati kan sudah sepuh masih semangat. Padahal penghasilan sehari-harinya tak lebih dari lima belas ribu rupiah, bahkan tidak jarang hanya mendapat lima ribu rupiah. Kasian mas, kalau ada makanan saya kasih mas,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Dengan penghasilan minim bahkan minus nenek Maryati mengandalkan penghasilan sang anak yang menjadi pembantu rumah tangga di wilayah Kelurahan Kebonsari Kecamatan Sumbersari. Sang suami yang hanya seorang buruh serabutan juga tidak memiliki penghasilan tetap.

Kondisi ini juga diperparah dengan jatah beras (raskin) yang diterima setiap bulannya yang hanya 3 kilogram dengan menebus ongkos tujuh ribu rupiah. Selain itu bantuan pemerintah baik bedah rumah ataupun lainnya juga tidak penah dirasakan.

“Saya dulu pernah dapat Bantuan Langsung Tunai (BLT) nak, namun beberapa tahun sudah tidak dapat. Termasuk kartu Badan Penyelengara Jaminan (BPJS) Kesehatan atau Kartu Indonesia Sehat (KIS) juga tidak dapat,  Ya bagaimana lagi nak, saya terima dan ikhlas. (midd)

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: