"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Monday, July 25, 2016

Keseriusan Polri Menumpas Teroris Di Indonesia

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Belum genap sebulan mengungkap pelaku dan motif aksi bom bunuhdiri di Polresta Surakarta Jawa Tengah, Polri dan TNI kembali berhasil melumpuhkan dan menembak mati kelompok Santoso

Keberhasilan mengungkap aksi bom bunuhdiri yang menewaskan pelaku dan mencederai salah-seorang aparat di Jawa Tengah dan menembak mati sang pemimpin kelompok Radikal di Poso ini tak lepas dari keseriusan anggota Polri yang dibantu TNI dalam menumpas aksi terorisme di Indonesia.

Polri sebagai salah-satu aparat penegak hukum di Indonesia dan juga memelihara ketertiban masyarakat dituntut untuk terus bergerak dan bergerak lagi dalam menjaga keamanan bangsa Indonesia. Tidak ada istilah diam ditempat untuk mengungkap kasus yang berhubungan dengan teroris, sebab aksi ini sangat merugikan seluruh lapisan masyarakat.

Jika kita mengkaji ulang dalam tindakan kepolisian yang berpedoman pada tugas Pre-emtif, Preventive dan Represif, sejatinya Polri telah berupaya semaksimal mungkin menerapkan pedoman tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku.

Kita bisa lihat, dalam tugas pre-emtif, polisi memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat agar masalah-masalah sosial yang terjadi tidak berkembang menjadi gangguan kamtibmas khususnya masalah terorisme.

Dalam hal tugas pokok yang satu ini, Polri bekerjasama dengan beberapa pihak terkait, dengan meluncurkan game tumpas teroris. Dalam aksi game ini menggambarkan aksi menumpas teroris. Satu pesan yang disampaikan dalam game ini adalah “Mari kita jaga Indonesia dari berbagai ancaman dan terorisme bukan jihad. Terorisme tidak mengenal agama apapun. Game ini Khusus untuk menanamkan pemaham anak-anak dari bahayanya terorisme.

Demikian pola dengan upaya preventif yaitu mencegah timbulnya gangguan kamtibmas melalui upaya-upaya pembinaan masyarakat, seperti Polmas (Pemolisian Masyarakat), polisi telah berupaya semaksimal mungkin menjaga situasi kondusif disemua wilayah Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke termasuk mengantisipasi munculnya aksi terror dibeberapa daerah yang rawan konflik. tujuannya guna untuk menjaga kedaulatan bangsa Indonesia dari segelintir kelompok yang ingin menghancurkan NKRI.

Yang terakhir yang patut kita acungi jempol dalam upaya Polri menjaga ketertiban dimasyarakat adalah dengan upaya represif yaitu melakukan penegakkan hukum. Sudah banyak aksi Polri dalam menggagalkan upaya teror di Indonesia termasuk menangkap pelaku teror, seperti Bom Sarinah di Jakarta beberapa waktu lalu yang juga menimbulkan beberapa korban dan berakhir dengan aksi dramatis. Hal itu berpengaruh dalam meningkatnya citra Polri di masyarakat.

Kini profesionalisme Polri kembali ditunjukan dengan berhasil menembak mati Santoso, salah-satu pelaku aksi terror di daerah rawan konflik yang menjadi target utama. Bersama dengan TNI yang tergabung dalam Operasi Tinombala, polisi berhasil mematahkan aksi terror yang di lakukan Santoso dan kawan-kawannya. Bahkan situasi terakhir, tim ini telah berhasil menangkap istri Santoso di Poso.

Semua itu belum bisa dikatakan berhasil jika masih ada aksi-aksi terror yang mengancam bangsa Indonesia. Pernyataan ini ditegaskan Kapolri beberapa saat setalah berhasil menggulung kelompok Santoso Cs. Polri beserta TNI akan terus berupaya menumpas aksi teor yang terjadi di Indonesia.

Hal inilah yang perlu kita apresiasikan bersama, betapa berat peran Polri dalam memelihara keamanan di seluruh daerah di Indonesia dan tugas penting lainnya yang perlu mendapat dukungan dari masyarakat demi terciptanya ketertiban dan keamanan mayarakat Indonesia. 

Seorang anggota polisi dituntut untuk memiliki sikap yang tegas dalam menjalankan tugas dan kewajibannya. Apabila salah-satu tidak tepat dalam menentukan atau mengambil sikap, maka tidak mustahil akan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap Polri. (Penulis; AKP Tegar Wicaksono)

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: