"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Sunday, July 17, 2016

Perlu Semangat Baru Dalam Profesionalisme Polri

AKP Tegar Wicaksono
Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Keberadaan Polri dalam melindungi, mengayomi serta melayani masyarakat menjadi harapan. Terlepas dari sindirian dan tudingan miring, ternyata institusi berbaju coklat ini mampu menunjukkan eksistensinya.

Dalam tatanan bermasyarakat, peranan polisi sangat diperlukan dalam memelihara keamanan dan ketertiban bagi masyarakat. Wujudnya bisa kita lihat dalam berbagai moment, seperti saat menjaga dan mengatur arus mudik maupun arus baliklebaran.

Polisi harus rela meninggalkan suasana lebaran bersama keluarga demi menjalankan tugas yang diemban secara profesionalisme. Mereka siap menjaga ketertiban lalulintas ditengah panas terik matahari dan dinginnya malam demi masyarakat. Peranan inilah yang kini menaikkan citra Polri di mata masyarakat.

Semua itu adalah komitmen dari institusi polri dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara dan abdi masyarakat. Bukan itu saja, saat tradisi lebaran yang baru saja kita rayakan, kita bisa melihat beberapa aktifitas polisi di Ibukota Jakarta dalam menjaga keamanan. Polisi harus siap 24 jam menjaga kamtibmas khususnya rumah yang ditinggalkan penghuninya untuk mudik ke kampung halaman.

Polisi rela keluar masuk gang atau perumahan untuk mengecek setiap rumah, sebab hal inilah yang menjadi pemicu dalam setiap tindak kejahatan, khususnya pencurian rumah kosong. Pada dasarnya kejahatan timbul karena ada kesempatan dan niat dari pelakunya, sehingga kita selalu dituntut untuk waspada.

Bila kita lihat kejadian-kejadian diatas, bisa kita pahami bersama bahwa dalam hakekatnya, tindakan kepolisian dapat dibagi dalam tiga golongan, yaitu tugas Pre-emtif, Preventive dan Represif. Tugas pre-emtif dapat dilakukan dengan memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat agar masalah-masalah sosial yang terjadi tidak berkembang menjadi gangguan kamtibmas.

Dilanjutkan dengan upaya preventif yaitu mencegah timbulnya gangguan kamtibmas melalui upaya-upaya pembinaan masyarakat, penjagaan, pengaturan, pengawalan dan patroli. Kemudian upaya terakhir yaitu represif dengan melakukan penegakkan hukum  dan upaya paksa.

Seorang anggota polisi dituntut untuk memiliki sikap yang tegas dalam menjalankan tugas dan kewajibannya. Apabila salah-satu tidak tepat dalam menentukan atau mengambil sikap, maka tidak mustahil akan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

Oleh karena itu dalam menjalankan tugas dan kewajibannya harus berlandaskan pada etika moral dan hukum, bahkan menjadi komitmen pribadi bagi setiap anggota polisi, sehingga penyelenggaraan fungsi, tugas dan wewenang kepolisian bisa bersih dan baik. Dengan demikian akan terwujud konsep good police sebagai prasyarat menuju good-governance.

Semangat ini diperkuat dengan pernyataan tegas Kapolri baru, Jend. Polisi Tito Karnavian untuk meningkatkan profesionalisme Polri dalam menjalankan amanah, menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat sehingga tercapai keseimbanganan antara tugas dan tanggungjawab polisi.

Kedepannya diharapkan adanya sinergisitas antara masyarakat dengan Polri agar tercipta keharmonisan sehingga tercipta rasa aman dan tertib dalam masyarakat.

Penulis; AKP Tegar Wicaksono

Berita Terkait Politik dan Hukum

No comments: