"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Sunday, August 28, 2016

Mahasiswa Jember Ciptakan 9 Produk Berbahan Jeruk

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Mahasiswa Universitas Jember (Unej), berhasil kembangkan produk turunan (diversifikasi) jeruk. Sedikitnya ada 9 macam produk yang dihasilkannya, muladi dari kulit hingga buahnya.

Selain karya mahasiswa,  juga ada beberapa produk kerajinan dan industri rumah tangga warga, binaan mahasiswa. Pengembangan produk tersebut merupakan bentuk pengabdian masyarakat, sejumlah mahasiswa yang sedang menempuh Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Umbulsari.  

Untuk mengenalkan ke masyarakat, mahasiswa membuat pameran produk diversifikasi itu di halaman kantor kecamatan setempat.  “Jumlah produk yang dipamerkan ada sekitar 20 item”, Demikian kata koordinator mahasiswa, Mohamad Rizky, Minggu siang (28/8).

Menurut Rizki, sembilan item karya mahasiswa, berupa makanan, minuman dan sabun. Sembilan item diversifikasi produk jeruk yang dimaksud adalah sabun, sirup, keripik, roti kukus, dodol, dadar gulung, agar-agar, yogurt dan ladrang. “Khusus untuk sabun terbuat dari kulit jeruk,” jelasnya.

Kegiatan ini menurut Dosen Pendamping Lapangan (DPL), Nian Riawati, implementasi pengabdian. “Ada empat pilar yang harus dilakukan mahasiswa KKN, yakni pengabdian terhadap pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup dan ekonomi kreatif. Dan kreasi produk ini merupakan salah satu implemantasinya,” papar dia.

Menurutnya, mahasiswa memilih jeruk sebagai bahan diversifikasi produk karena memang ketersediaannya cukup melimpah. Sehingga diharapkan produk turunan tersebut mampu memberi nilai ekonomi tambahan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat setempat.

“Kami juga akan melakukan pendampingan bagi masyarakat yang akan mengembangkan produk turunan tersebut, bahkan hingga mendapat legalitasnya seperti izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) dari pemerintah daerah,” jelas Nia, sapaannya.

Untuk itu, pihaknya berencana membangun kerjasama dengan pemkab Jember agar masyarakat yang mengembangkan produk itu terfasilitasi dengan baik. Apalagi saat ini Pemkab Jember gencar-gencarnya mengembangkan produk lokal.

Sementara, Camat Umbulsari Purwo Adi mengatakan, 10 desa di wilayahnya, merupakan daerah penghasil jeruk. Namun yang terbesar di Desa Sukoreno dan Gunung Sari. “Dari dua desa itu saja luasan lahan jeruk ada sekitar 100 hektar. Namun selama ini, petani hanya menjual buahnya saja,” ujarnya.

Dia mengpesiasi gagasan mahasiswa yang mengembangkan potensi di daerahnya. Meski untuk mewujudkan itu secara massif masih terkendela teknologi pengolahan pangan.  “Nanti akan saya sampaikan ke Disperindag. Karena selain teknologi, masyarakat juga perlu dampingan untuk pemasarannya,” katanya. (ruz)

Berita Terkait Pendidikan

No comments: