"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Sunday, August 28, 2016

Menteri Susi Pudjiastuti, Hipnotis Ribuan Pengunjung JFC

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Jember Fashion Carnaval (JFC) ke 15 tahun 2016 yang digelar Rabu hingga Minggu (24-28/8), menghipnotis ratusan ribu penonton baik wisatawan lokal, regional maupun mancanegara.

Mereka yang datang di Kota carnaval terbesar di Asia ini, tidak hanya berasal dari warga Jember saja namun juga dari kabupaten/kota sekitar seperti Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Lumajang, Probolonggo, Pasuruan, Malang, Madura, Surabaya, Jakarta, Luar Jawa bahkan turis Asing dari beberapa Negara.

Pelopor karnaval modern Indonesia sekaligus best carnaval Indonesia tahun ini mengusung tema besar R E V I V A L (Kebangkitan Bangsa Indonesia diberbagai bidang)  berisi 10 tema gerakan moral antara lain Garuda, Refugees, Olympic, Hortus, Chandelier, Woods, Ocean, Technocyber, Paradisaea dan Barong.

Sepuluh tema diatas ditampilkan selama 4 hari berturut-turut, diikuti ribuan defile mulai dari peserta Kid Carnival, Art Wear Carnival dan Grand Carnival.  Kids Carnival dimulai pada hari Kamis tanggal 25 Agustus 2016 Diperagakan oleh anak-anak.

Artwear Carnival Jumat, 26 Agustus 2016,  Special performing art Fall Winter diperagakan model. Sementara Wonderful Artchipelago Carnival Indonesia (WACI) Sabtu. 27 Agustus 2016. Special performing art keindahan budaya Nasional Indonesia diperagakan oleh perwakilan propinsi di Indonesia

Grand Carnival hari Minggu, 28 Agustus 2016. JFC-15 Revival Show Time merupakan acara puncak JFC International. Street Fashion dengan catwalk terpanjang sedunia yaitu 3.6 km, dimulai dari Jl. Sudarman (start), Jl. Sultan Agung, Jl. Gajah Mada , Gedung Serbaguna (finish)

Kegiatan ini semakin heboh ketika tiba-tiba  muncul Menteri Kelauatan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Bupati Jember dr.Hj.Faida, MMR dan Presiden JFC Dyinand Fariz. Ratusan ribu penonton berteriak histeris  kemunculan tiga orang hebat ini. “Ibu Susi..... ibu susi.... ibu susi....” Teriak penonton gemuruh.

Bukan hanya Menteri Susi yang tampak hadir dalam kegiatan JFC ini, Tampak juga hadir Puteri Indonesia 2016 Kezia Warouw & Miss Indonesia 2016 Natasha Manuella serta Kepala Daerah se Jawa Timur serta sejumlah undangan kehormatan penting lainnya.

Serukan Moral Jember Fashion Carnaval
JFC kali ini, disamping serukan cinta Tana Air, juga kampanyekan lingkungan, pembakaran hutan dan satwa. Gerakan moral cinta Tanah air, dieksplorasi dengan defile Garuda, ratusan peserta tampak memakai kostum ala garuda, yang melambangkan kebesaran, kekuatan bangsa Indonesia, dimaksudkan agar warga negara Indonesia memiliki rasa nasionalisme dan patriotisme yang berpegang teguh pada Pancasila.

Sementara penyelamatan lingkungan di defile Woods dan Paradisaea. Melalui defile Woods, peserta JFC berkampanye penyelamatan hutan. Peserta memakai kostum menyerupai tumbuhan, pohon, juga bunga endemik yang tumbuh di Taman Nasional Meru Betiri. Mereka juga membawa poster bertuliskan "save our forest". Sedangkan di defile Paradisaea, peserta mengajak masyarakat dunia menjaga ekosistem burung Cenderawasih (paradisaea).

Seruah moral pada Atlit Olahraga yang akan berlaga di Asian Games yang akan dilangsungkan di Indonesia, dilambangkan ratusan defile olahraga yang dipertandingkan dan bendera peserta asian games, serta difele kecanggihan teknologi yang dicaptakan putra terbaik Indonesia tidak kalah dengan negara lain serta seruan moral tentang  Keterbukaan Informasuk Publik, atau Transparansi Indonesia.

Menurut Bupati Jember, dr Faida, MMR, bahwa JFC yang hadir dari Jember untuk Indonesia dan dari Indonesia untuk dunia ini, digagas dan dicetuskan oleh anak bangsa terbaik asli putra Jember. “Munculnya mahakarya terbaik dunia ini menunjukkan bahwa Jember memberikan ruang seluas-luasnya bagi mereka, sehingga kota kecil ini menjadi pusat karya kreatif dunia,” katanya.

Potensi tersebut harus tetap dipertahankan dan ditingkatkan. Para pelajar tidak hanya jadi talent, namun juga sebagai perancang busana yang akan ditampilkan. “Kreatifitas anak muda harus terus dikembangkan. Sehingga potensi mereka dapat disalurkan dengan baik,” ujranya.

Bupati perempuan pertama ini berharap ke depan JFC memberikan ruang potensi local. “Ke depan perlu ada penyelarasan potensi local Jember di bidang seni dan budaya, sehingga Jember yang kaya akan potensi lokal, seni dan budaya ini dapat diketahui oleh dunia,” imbuhnya.

Karnaval terbesar ketiga dunia ini mampu menggerakkan perekonomian, mulai dari pedagang Asongan, Kaki lima, ekonomi kreatif, Seni, Budaya, hunian hotel, wisata dan jasa. “Produk local, buah tangan atau pusat cinderamata dan oleh-oleh khas Jember juga diserbu pengunjung,” Pungkasnya. (midd/eros)

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: