"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Wednesday, September 14, 2016

Balita Perempuan Tanpa Anus Dan Kelamin Ini Akhirnya Dirujuk Ke RS Dr Soebandi Jember

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Setelah melalui masa tunggu melelahkan, Nia Ayu Wulandari balita tak miliki anus, warga Dusun Garahan Kidul, Desa Sidomulyo Rabu (14/9). akhirnya dirujuk ke RSUD dr. Soebandi Jember.

Dirujuknya Ayu Ke RS, lantaran balita ini mengalami kelainan sejak lahir, penderitaannya seakan tidak pernah berakhir, setiap kali membuang air kecil dan air besar, selalu berteriak dan menangis kesakitan. Kejadian ini terus berulang setiap kali akan membuang air, hingga berumur 4 tahun.

Tangisan balita perempuan cantik itu terasa menyayat hati, dan tak kuasa menahan air mata bagi siapa saya yang melihatnya.Pasalnya setiap hari, siang malam tidak lepas dari tangis, karena anus dan kemaluannya tertutub, sehingga usus pembuanganya harus dipotong dan disalurkan melalui lobang dari perutnya.

Ditambah keberadaan orang tua Ayu yang tak lagi hidup bersama, semakin menambah lengkap penderitaan yang dialami Ayu dan keluarganya. Namun dengan tulus, Nenek merawat, dan mencuci baju karena harus berganti paling sedikit 8 kali setiap harinya.

Sehari-harinya Ayu bergantung pada obat yang dibeli dengan harga yang cukup menguras isi kantong. Keluarganya hanya mengandalkan buruh sadap karet dari seorang kakek dan warung peracangan kecil sang nenek berusaha mencarikan jalan kesembuhan untuk Ayu.

Yang lebih memilukan apabila tidak dibelikan obat, Ayu pasti menangis seharian, karena kotoran dalam perut  mengental. “Kami hanya mengandalkan upah buruh kebun sadap karet nak,” tutur Aminatul, yang menangis sembari membelai rambut Ayu seakan tak tega melihat derita cucunya yang semakin hari semakin tersiksa.

Kabar akan dirujuknya Ayu ke RSUD dr Soebandi, membuat Aminatul, ibu Ayu merasa senang dan terharu. “Kami tidak bisa berkata apa, antara senang dan susah, senang karena Ayu akan dibawa ke Rumah Sakit, susah karena kondisi ekonominya yang pas-pasan,” tuturnya berlinang air mata.

Kabar itu disampaikan, salah satu relawan, Hasan Basri. “Nia Ayu Wulandari hari ini langsung dibawa ke Rumah Sakit dr.Soebandi Jember, kami para relawan dengan pihak Kecamatan Silo akan membawa Ayu ke dr.Soebandi,” kata pria yang selama ini getol membantu Nia.

Kabar itu dibenarkan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jember, dr, Hendro Soelistijono. MM. MARS. Menurutnya, RSUD dr.Soebandi sudah memiliki dokter bedah umum. “Yang penting adik Ayu itu bisa tertangani dulu, langkah selanjutnya kita pikirkan nanti,” ucapnya.

Sementara Kepala Dinas Sosial Jember Ir.H.Eko Heru Sunarso, Msi menyatakan kesiapannya membantu sesuai tupoksinya, terkait penanganan medis ada pihak RSUD. “Sinergi seperti inilah yang harus tetap dilaksanakan antar SKPD di Jember agar menjadikan Jember lebih baik kedepan,” ujarnya yang saat itu mendampingi pasien

Relawan yang getol membantu Ayu, Hasan Basri (28) terpanggil membantu, lantaran tidak tega. “Sebagai tetangga saya ikut iba, pokonya tiada hari tanpa menangis” Timpal Bu Hendra, tetamgganya. Hal senada disampaikan Eni (30), "Seusia dia harusnya lusu-lucunya dan senang-senangnya bermain," tuturnya sambil mengusap air mata.

Berdasarkan informasi Nia Ayu Wulandari sudah terdaftar salah satu peserta BPJS Kesehatan Kabupaten Jember, namun karena beberapa faktor Ayu masih belum bisa cepat tertangani. Ayu lahir di RSUD dr Soebandi dan pernah ditangani tim medis karena menderita bibir sumbing (tim)

Berita Terkait Kesehatan

No comments: