"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Tuesday, September 6, 2016

Calon Kepala Sekolah Di Jember Ikuti Fit and Proper Test

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Para calon Kepala Sekolah (KS) mulai tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengan Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) hadiri panggilan Bupati Jember dr Faida di aula PB. Sudirman.

Menurut Bupati Jember dr Faida, MMR yang saat itu didampingi Plt. Sekda dan BKD, dirinya mengundang sejumlah calon kepala sekolah yang telah mengikuti ujian calon kepala sekolah,  ini adalah menyiapkan, memantapkan calon kepala sekolah.

Kepala Sekolah yang menjabat belasan tahun perlu diganti, namun calon yang ada jumlahnya sedikit. “Sekolah-sekolah yang belum diganti kepala sekolahnya ini bervariasi,ada yang akredatasi A dan B, ada yang dikota, ada yang dipelosok, target pertama tidak ada sekolah yang kosong kepala sekolahnya,” katanya.  Selasa (6/9)

Masing-masing calon langsung mengisi formasi KS-KS yang yang sudah melampaui masa periodesasi. Rekrutmen KS kali ini diperioritaskan calon KS yang lama, yang belum ditempatkan. Kriteria penempatan KS, yakni sesuai dengan kompetensi yang dimiliki, dan dekat dengan tempat tinggalnya.

“Untuk SD targetnya tidak keluar dari desa kalau terpaksa tidak keluar dari wilayah kecamatan. SMP targetnya tidak keluar dari kecamatan dan kalau terpaksa di kecamatan sebelah, sementara untuk calon KS setingkat SMA diupayakan dekat tempat tinggal, tetapi juga harus siap ditempatkan jauh dari tempat tinggal,” paparnya.

Seusai memanggil para calon KS langsung dilakukan wawancara untuk masing-masing calon KS. Wawancara calon KS setingkat SD, langsung dilakukan oleh Wabup dan Plt. Sekda, sedangkan untuk calon KS setingkat SMP dan SMA wawancara langsung dengan Bupati.

Lebih lanjut mantan Direktur Rumah Sakit Bina Sehat Jember ini menambahkan bahwa wawancara tersebut sangat diperlukan karena calon KS yang baru akan mengemban amanat tentang program pendidikan gratis, yang disyukuri wali murid dan disambut masyarakat, meski tidak semuanya, namun juga ada yang menghujat.

Selain mengisi formulir dan wawancara, calon KS juga menandatangani fakta integritas seperti contoh kesepakatan tidak memungut biaya melalui OSIS. “Padahal tidak ada kepentingan OSIS, kebanyakan pungutan seperti uang gedung atau yang lainnya tidak melalui kepala sekolah namun melibatkan OSIS, meski OSIS tidak punya kepentingan apa-apa, hanya digunakan sebagai sarana memperoleh uang,” imbuhnya.

Hal seperti itu sudah tidak boleh lagi di Jember karena Pemkab telah mengambil sikap menerapkan pendidikan gratis sampai SMA. Tinggal sekarang, keamuan para Kepala Sekolah mengambil sikap bertugas secara professional atau menjadi pedagang peralatan sekolah.

“Momentum di dunia pendidikan seperti inilah yang sangat ditunggu masyarakat dan memastikan KS mampu menghitung kebutuhan riil sekolah, sehingga ada data yang valid mana yang perlu disubsidi, mana yang tidak,” ucapnya.

Setelah wawancara nantinya, besar kemungkinan tidak semua mendapat SK KS, apalagi sudah ada sinyalemen atau kabar yang masuk tentang calon KS yang tidak percaya diri, tidak yakin kepada dirinya sendiri, hingga menggunakan uang pelicin.

“Semua penilaian tergantung pada saat wawancara, berani jujur maka bakal diberikan kesempatan ke-2, modal utamanya jujur. Meskipun banyak pengalaman, nilai bagus, jika tidak jujur tidak akan menjamin apapun,” pungkas Bupati Jember dr Faida. (midd)

Berita Terkait Pendidikan

No comments: