"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Tuesday, September 6, 2016

Dalam Kondisi Sakit-sakitan, Nenek Sebatangkara Ini Hidup Di Rumah Reot

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Akibat sakit usai terpeleset dan terjatuh, kini Nur Suratin, (70), hanya bisa tidur beralaskan karpet seadanya dirumah reod uamg beralamat di Dusun Barat RT/RW 4/8, Desa Mlokorejo, kecamatan Puger.

Perempuan yang biasa dipanggil mbah Nur ini, yang hidup sebatangkara di rumah tidak layak huni ini hanya bisa pasrah. Lantaran dinding rumah dari anyamam bambu itu jebol, kadang terpaksa harus tidur dirumah tetangga yang iba akan nasib nenek yang kurang dapat perhatikan pemerintah ini.

“Program bedah rumah yang diterimanya pada tahun 2006 diatas tanah seluas 5 Meter persegi itu, jebolnya sudah sekitar kurang lebih 8 tahun lalu mas”. Demikian dikeluhkan HJ Insiyah, tetangganya, yang selama ini telah merawat sosok nenek malang tersebut.

Rumahnya sudah reot, sangat tidak layak dihuni, disamping Jebol, dari dalam rumahnya tercium berbau tidak sedap, mungkin berasal daru kayu yang berserakan, sehingga Hj insiyah satu bulan ini berinisiatif mengungsikan nenek Nur suratin di belakang rumah milik warga yang tidak dihuni.

Bukan hanya rumahnya yang tak layak ditempati, lebih kasihan lagi, nenek Nur sekarang dalam kondisi sakit,  akibat habis terjatuh, dirinya hanya bisa tiduran, “Bukan hanya makan yang harus disuapi, buang hajatpun juga di tempat tersebut”, ujar Hj Insiyah.

Ketika ditanya perihal apakah sudah ada bantuan pemerintah, Hj insiyah melontarkan kata-kata, dapat mas, beras, namun kadang 2 bulan sekali, itupun hanya 6 Kilo, padahal rumah sering didatangi orang, di foto saja, katanya dimintakan sumbangan, namun sampai detik ini belum ada kabarnya.

Kondisi itu dibenarkan Nenek Nur, rumah saya jebol sudah hampir 8 tahun, padahal dirinya mengaku, punya anak namun terkesan tidak di gubris “saya tidak bisa betulkan mas, karena saya tidak punya uang” katanya yang di amini oleh sejumlah tetangganya.

Yang lebih ironis lagi, rumah yang ditempati sekarang ini, sehabis lebaran kurban juga akan dibongkar pemiliknya, Jumanten untuk keperluan lain, “Dimana Apakah nenek harus kembali lagi dirumah yang reot yang kondisinya bisa ambruk kapan saja” tur ujar Hj Insiyah sembari meneteskan air mata. (Lum/eros)

Berita Terkait Kesehatan

No comments: