"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Thursday, September 1, 2016

Menderitanya Ayu, Lahir Tanpa Anus Dan Kelamin

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Sungguh malang, nasib balita berumur dua tahun ini. Pasalnya sejak lahir tidak memiliki anus (saluran pembuang kotoran) dan alat kelamin. Akibatnya hingga kini kesulitan buang air kecil dan besar.

Lantaran dua lubang pembuangannya tertutup, untuk membuang air kecil dan air besar, anak yang berdomisili  di ujung timur Pulau Jawa, di Dusun Garahan Kidul, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo Kabupaten Jember Jawa Timur ini, harus dikeluarkan dengan menggunakan selang bantuan lewat perutnya.

Hal yang paling dikeluhkan menurut Agustin, ibu kandungnya adalah ketika mau buang air kecil dan kotoran, ia sering  menangis karena susah dan merasa kesakitan. Nia Ayu Wulandari, namanya, ketika lahir, masih serumah dengan kedua orang tuanya, namun kini hanya tinggal bersama ibu dan neneknya.

“Untuk mengurangi sakitnya, sebelum makan Ayu harus minum obat khusus terlebih dahulu, kalau tidak kotorannya akan mengental, akibatnya susah membuang kotoran,  karena saluran selang yang dipakai kecil, kalau konsumsi obat kotoran akan mencair,“ tutur Ibunya Jumat (1/9)

Menurut Agustin, biaya membeli ke apotik Kalisat, 100.000 rupiah setiap minggunya. Penderitaan Nia semakin lengkap ketika kedua orangtuanya memutuskan untuk bercerai, sehingga dirinya terpaksa tinggal bersama sang kakek dan nenek di sebuah gubug sederhana wilayah perkebunan sidomulyo.

Hanya mengandalkan hasil kuli tenaga tua yang tak lagi maksimal, sang kakek,  harus mengumpulkan uang untuk menebus obat setiap minggunya, kalau tidak Nia akan akan menangis terus karena sakit perut akibat kotoran yang tak bisa keluar.

Tidak hanya itu penderitaan yang dialami, Ayu,  menurut Agustin, Ayu juga mengalami kelainan pada bibirnya (menderita bibir sumbing), beruntung ada program operasi gratis RS Bina Sehat Jember, sehingga bentuk bibir yang awalnya terlihat tak normal, sekarang mulai membaik.

Sugeng Riyadi, membenarkan kondisi Ayu. Salah-satu relawan, warga Sempolan Silo ini mengaku tau dari cerita neneknya . "Kebetulan waktu itu saya mencoba membantu mengantarkan anak tersebut operasi bibir sumbing, setelah sampai dirumahnya saya tau sendiri kondisinya," jelasnya.

"Tak bisa saya melanjutkan cerita ini, mari saya ajak semua pihak dan saya 24 jam siap antar melihat kondisi langsung anak itu," kata pejuang masyarakat miskin dengan mata berkaca-kaca, saat menceritakan penderitaan yang dialami Ayu yang betul-betul memperihatinkan

Camat Silo Ir. Rofiq Sugiarto, akan mengupayakan anak tersebut bisa ditangani secara medis. " langkah yang sudah ditangani operasi bibir sumbingnya dulu, masalah dubur dan kelamin menurut dokter faktor umur masih belum  mencapai umur 3 tahun jadi harus menunggu," katanya. (mam/eros)

Berita Terkait Kesehatan

No comments: