"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Monday, September 12, 2016

Merasa Tanahnya Diserobot, Ahli Waris Lapor Ke Polisi

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Kasus sengketa tanah antara keluarga Saiful Bahri dan Erwin di Desa Mojosari Puger masih berlanjut. Pihak ahli waris Saiful yang mewakili saudarinya melaporkan kepada Polres Jember.

Pihak ahli waris merasa geram, lantaran tanahnya, dikuasai dan dikelola Erwin. Dalam LP/694/VII/2016/Jatim/Res Jember Selasa 16 Agustus 2016, Erwin warga asal Dusun Krajan II, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger dilaporkan melakukan penyerobotan tanah dan pemotongan 5 buah kayu jenis kelapa.

"Saya tidak akan main-main lagi, karena tanah di persil 112 dan luas tanah 0920 DI di Desa Mojosari samping jalan raya tersebut memang milik keluarga saya, ini petok saya leter C," kata Saiful yang berfrosesi sebagai nelayan sambil menunjukan bukti kepemilikan kepada sejumlah wartawan, Senin (12/9).

Menurutnya bukti tersebut bukan hanya berupa petok letter c saja namun juga keterangan saksi yang menyatakan tanah tersebut milik keluarganya. “Saksi banyak, tanah tersebut milik keluarga saya, kok tiba-tiba saudara Erwin mengelola. Saya tidak merasa menjual tanah tersebut," ujarnya dengan nada geram.

Saiful yang mewakili 3 saudaranya sebenanrnya sudah berkali-kali berusaha mendatangi kantor Desa, namun terkesan tidak digubris, sehingga keluarganya melakukan langkah terahir dengan melaporkan persoalan tersebut ke pihak berwajib.

Kasatreskrim Polres Jember melalui Kanit 3 bagian ekonomi Reskrim Polres Jember Ipda Arief membenarkan laporan tersebut, bahkan kedua belah pihak saling lapor,  Jadi kedua belah sama-sama melaporkan, kami sebagai penegak hukum mulai memproses permasalahan tanah terlibih,” ucapnya.

Nanti, pihaknya akan mengembalikan ke Desa Mojosari. Karena permasalahan ini muncul dari Desa tersebut. Sementara, Erwin, pihak terlapor yang juga melaporkan balik ini, mengatakan kalau ingin jelas permasalahan tanah tersebut dirinya meminta wartawan agar menghubungi Kepala Desa. (Lum/midd)

Berita Terkait Agraria ,Politik dan Hukum

No comments: