"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Tuesday, September 13, 2016

Polisi Diminta Tegas Tangani Oknum Wartawan Pemeras

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Pasca ditangkapnya oknum wartawan oleh Polsek Wuluhan, yang dilimpahkan ke Polsek Balung, yang diduga memeras perangkat Desa, kini beredar isu kasusnya akan dihentikan.

Beredarnya isu isu pencabutan laporan, membuat organisasi wartawan lokal Jember angkat bicara. Hal ini disampaikan ketua Jember South Jurnalis (JSJ) Rully Efendi, “Kasus ini jangan sampai berhenti, harus dilanjutkan, karena ulah pelaku sudah mencoreng nama korps wartawan, Katanya, Selasa (12/9)

Apalagi profesi wartawan dijadikan tameng untuk aksi pemerasan, bukan cuma itu, pelaku juga mencoreng nama media seperti Radar dan Memo, Untuk itu Rully mengutuk keras atas segala tindakan kriminal yang mengatasnamakan wartawan.

Bukan hanya profesi wartawan yang dicorengnya atas kasus dugaan pemerasan yang dilakukan Rofiq, di Wuluhan Minggu malam (11/9) lalu, dua media yang dicatut juga tercemar namanya. Padahal, pelaku bukan seorang wartawan,” ujar wartawan Radar Jember Jawa Post Grub ini, dengan nada geram.

“Kami meminta pihak kepolisian menindak tegas pelaku, kami tidak ingin kasus ini terkesan tumpul, sehingga kejadian serupa akan berulang lagi. Jika kepolisian tidak menghiraukan imbauan kami, tegas kami akan menggelar aksi demonstrasi,” tegas Rully melalui siaran persnya yang diterima sejumlah.

Hal senada juga disampaikan, Ketua Forum Wartawan Lintas Media (FWLM) Jember Ihya Ukumiddin, pria yang sehari-hari di panggil Udik ini, meminta agar kasus ini diusut tuntas, karena tidak menutup kemungkinan banyak warga yang menjadi korban.

“Cari temannya, karena informasinya, dalam mejalankan aksinya, pelaku tidak sendiri, namun bersama 4 kawannya yang diduga melarikan diri, siapa tahu ada oknum dibalik aksi pelaku. Karena tidak mungkin dia berani mengaku wartawan kalau tidak ada yang kenal dengan pelaku,” ucap  wartawan Memo X tersebut.

Dirinya menghimbau kepada masyarakat tidak takut kepada wartawan, apalagi kerjanya tidak jelas dan menakut-nakuti narasumber. Wartawan itu tugasnya mencari dan menulis berita, bukan memeras. laporkan kepada petugas kepolisian jika kerjanya melenceng. Jelas dia bukan wartawan,” Pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya bahwa, usai diamuk warga, Pria Bertato, Rofiq, warga Desa Glundengan kecamatan Wuluhan (12/9) dibekuk Polisi. Pasalnya pria yang gaku sebagai wartawan ini diduga memeras Perangkat Desa, dengan modus perselingkuhan.

Awalnya korban dihadang pelaku dan 4 orang temannya, kelima orang itu mengancam, jika tidak bayar Rp 20 juta, perselingkuhannya bakal diberitakan ke koran Radar Jember dan Memo. “Dia kembali minta uang 5 juta, padahal sehari sebelumnya, korban sudah minta 10 juta rupiah,” kata Sudarsan warga yang ikut menangkap pelaku.

Namun pria berbadan kekar ini, tak berdaya saat  digelandang ke Mapolsek Wuluhan. Pelaku kemudian dilimpahkan dan ditahan di Polsek Balung, “Kami masih melakukan penyelidikan, dan mengejar empat pelaku lainnya yang melarikan diri.” Papar Kaplosek Balung Kompol Mastur. (tim)

Berita Terkait Kriminal

1 comment:

Mahfid Mayanto said...

sip Lanjut kan bro proses hukum harus terus jalan