"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Thursday, September 29, 2016

Tagihan Membengkak, Pelanggan PDAM Jember Protes

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Pelanggan keluhkan pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), pasalnya sejak beberapa bulan terakhir tagihan rekeningnya terus meningkat, bahkan mencapai hingga jutaan rupiah.

Salah seorang pelanggan, Moch Aries Sofyan menyampaikan bahwa sejak delapan bulan terakhir, mulai bulan Desember 2015 kenaikan rekeningnya melojak tajam, yang biasanya hanya membayar antara 50 hingga 100 ribu rupiah, kini menjacapai 600 ribu hingga 1 Juta rupiah lebih.

Pada bulan Januari 2016 mendapat tagihan 612 ribu rupiah, padahal bulan Desember 2015, hanya 125 ribu rupiah, makannya saat itu saya langsung melaporkan lonjakan tersebut untuk dilakukan pengecekan” Ungkap Warga Perumahan Vila Tegal Besar, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates ini,

Meski usai laporan dan sudah ada petugas yang datang untuk melakukan pengecekan, namun  kata Aries tidak ada penjelasan dari petugas “Setelah dilakukan pengecekan, usai laporan, saat itu tidak ada penjelasan apapun dari petugas, ya kita sebenarnya mempercayakan kepada petugas Urainya

Sebagai pelanggan saya merasa tidak mendapatkan penjelasan dari petugas, kalau memang terjadi kebocoran dan ada penjelasan, ada biaya pembetulan, saya juga tidak keberatan, yang kami sesalkan setelah dilakukan pengecekan, tidak ada tindak lanjutnya, sehingga kejadian yang sama terulang lagi.” Keluhnya.

ebih ironis lagi, setelah kejadian itu, pada bulan berikutnya pembengkahan, masih saja terus terjadiBulan Febuari dan Maret 2016, Rp. 242 ribu, bulan April sebesar Rp. 412 ribu, puncaknya pada bulan Juni sebesar 1.121.000 rupiah, saya sangat keberatan bila harus membayar sebesar itu.” Keluh Aries

Humas PDAM Jember Sapto saat di klarifikasi sejumlah media di Kantornya Kamis (29/9), tidak menampik adanya lonjakan tagihan tersebut, berdasarkan data yang dikeluarkan, terlihat jelas biaya direkapan rekening atas nama Moch Aries Sofyan, Warga Perumahan Vila Tegal Besar, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates.

Menurut Sabto, Perusahaanya tidak mungkin mengalami kesalahan dalam pendataan perekaman rekening, lantaran sudah menggunakan foto digital. “Kalau salah dalam pendataanya, saya kira tidak benar, karena kita sudah menggunakan foto digital” Jelasnya sambil menunjukkan data yang sudah di printout.  

Ia yakin kenaikan tagihan rekening pelanggan tersebut lantaran adanya kebocoran, diduga kebocoranya ada pada pipa di dalam rumah, sehingga itu merupakan tanggung jawab pelanggan itu sediri, dan harus dibayar, namun jika kebocoran itu berada diluar rumah, itu menjadi tanggungjawab perusahaan Jelas Sapto

Sebenarnya perusahaannya, menurut Sapto tidak senang, apalagi menginginkan para pelanggan agar mendapat tagihan sebesar itu. Bahkan Sapto menampik anggapan bahwa PDAM sengaja melakukan itu untuk mengeruk keuntungan dari pelanggan.

“Tidak ada niatan seperti itu, bahkan kita juga tidak senang hal ini terjadi, karena masih banyak pelanggan lain yang memebutukan air tersebut, agar bisa digunakan untuk kebutuhannya” Katanya saat ditanya adanya anggapan pelanggan yang menduga ada unsur kesengjaan, guna untuk mengeruk keuntungan.

Untuk itu Sabto janji akan memberi kebijakan, setelah persoalanbta selesai, namun sebelumnya pelanggan harus membuat surat keringanan. Sapto juga menghimbau pelanggan yang mengalami masalah, diharap segara melapor. “Saya senang kalau ada protes, agar kita bisa memperbaiki pelayanan. Pungkasnya. (edw/eros)

Berita Terkait Ekonomi Bisnis

No comments: