"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Tuesday, October 25, 2016

LPM Unej Ajak AJI Jember Cetak Jurnalis Desa

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Cetak Jurnalis Desa, Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Univwesitas Jember (Unej), gandeng Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jember jawa Timur, gelar pelatihan  jurnalis.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk membangun kemandirian informasi, ada 10 desa di Kabupaten Bondowoso, yang mendapat pelatihan pengelolaan website desa dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Unej serta pelatihan jurnalistik dari AJI Jember, yang dilaksanakan selama Oktober 2016.

Saat ini telah dibentuk Pengelola Pelayanan dan Informasi Desa (PPID), kesepuluh desa itu yakni, Desa Banyuputih, Glingseran, Ambulu dan Bukor di Kecamatan Wringin. Desa Ramban Wetan, Suling Wetan, Bercak, Desa Cerme, serta Desa Grujugan dan Ramban Kulon di Kecamatan Cerme.

Dalam pengelolaan informasi itu desa mendapat dukungan website desa dan data based. Sehingga setiap kegiatan desa dan kebijakan pembangunannya dapat diakes secara online.  “Keberadaan PPID selain sebagai pengelola dokumentasi desa juga sebagai pengelola informasi”. ujar Hermanto, di Jember, Selasa (25/10).

Informasi tersebut meliputi kemiskinan desa dan potensi desa, “Namun PPID dalam menjalankan peran ini harus didukung warga dan komunitas di desa setempat. Tentunya mereka harus diberi kemampuan menulis berita dan dapat menggunakan teknologi informasi,”  Lanjutnya.

Hermanto menambahkan, pembekalan tentang jurnalisme dan pelatihan menulis berita ini merupakan upaya untuk membangun kemampuan warga untuk menyampaikan informasi desa terkait isu kemiskinan dan potensi yang ada di desa tersebut.

Sekretaris AJI Jember Sri Wahyunik menuturkan, pasca diberlakukannya Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa, pemerintah desa dituntut mandiri dalam mengelola keuangan dan pelaksanaan pembangunan desa. “Sehingga hal itu membutuhkan transparansi, termasuk informasi,” katanya.

Website dapat menjadi sarana untuk membangun transparansi. Karena melalui website ini semua informasi bisa disampaikan secara lebih luas dan mudah diakses.  “Website ini tentunya membutuhkan personil yang terlatih, baik konten ataupun operator website itu sendiri,” ujarnya.

AJI, lanjut Yuni, mengambil peran untuk mendorong kemampuan warga dalam menyajikan konten website. Sehingga informasi yang disampaikan lebih tertata baik dan mudah dipahami oleh warga lain yang mengakses website tersebut. (ruz)

Berita Terkait Pendidikan

No comments: