"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Thursday, October 20, 2016

Merasa Kesal, Warga Baban Kembali Meluruk PLN Jember

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Merasa kesal, listriknya tak kunjung segera diyalakan hingga setahun lebih, belasan warga Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Kamis (20/10) meluruk PLN Area Jember Jawa Timur.

Kedatangan warga dari dusun Baban, Barat,  imur, Atas dan Baban Batu Ampar, menurut Satromo alias pak Makin, guna mendesak PLN agar melakukan penyambungan listrik pada rumah warga yang lunas dan kWh meternya sudah terpasang, termsuk warga yang sudah memenuhi pesyaratan sebagai calon pelanggan listrik baru.

Hal senada disampaikan Pak Satromo. Menurutnya, ada sebanyak 30 KK yang memiliki Surat Layak Oprasi (SLO), namun sejak pendaftaran sarling di Kantor Desa Mulyorejo lebih setahun lalu, hingga kini belum juga dialiri listrik, “untuk melunasi pembayaran itu, kami sampai menjual ternaknya hingga cari pinjaman”, Timpal H. Sholeh.

“Kenapa kalau warga yang mampu dengan membayar harga sebesar 4 juta, tidak menunggu waktu yang tidak terlalu lama sudah bisa menyala, namun bagi yang mendaftar di Desa melalui Pemasaran Keliling  (Sarling), sudah satu tahun masih belum menyala.” Keluh H  Sholeh.

Menanggapi protes lambannya penyambungan listrik, hingga setahun lebih tersebut, pihak PLN enggan berkomentar banyak, meski sebelumnya Selasa (11/10), pernah diakui Humas PLN Area Jember, Ade Dewanto, bahwa dari 77 peserta Lisdes, tinggal 13 pelanggan yang belum dinyalakan, dengan alasan belum ber SLO.

Namun Anehnya, data berbeda disampaikan Asisten Manajer (Asmen) Teknik PPILN Jember, Amin Tohari. Setelah diadakan pengecekan, ada 7 nama dari 13 pelanggan yang disebutkan PLN Jember belum bersertifikat ternyata telah tersertifikasi SLO. Selebihnya yang 6 nama lain mungkin ada pada Konsuil.

Saat itu pihak PLN hanya bisa menyampaikan bahwa, pelanggan yang memenuhi syarat, maka listrtiknya akan segera dinyalahkan. “Kalau sudah memenuhi syarat standart pemasangan baru, sepertu sudah bayar pasang baru, Instalasi dan ber SLO, pasti akan segera diselesaikan.” Kata Asmen Pelayanan dan Administrasi PLN Area Jember, Irfan.

Diberitakan sebelumnya bahwa, puluhan warga desa Mulyorejo kurang mampu yang ikut program pemerintah Listrik Masuk Desa (Lisdes), yang mendaftar melalui Pemasyaran Keliling (Sarling) di kantor desa Mulyirejo pada tahun 2015 mengaku sudah melunasi seluruh persyaratan administrasi yang ditetapkan PLN Jember.

Untuk 450 watt mereka membayar sebesar Rp. 1.350.000, sedangkan yang 900 watt sebesar Rp. 1.850. 000. Termasuk mereka mengaku juga sudah melunasi seluruh Biaya Pemasangan (BP), untuk 450 Watt Rp. 421.000 Plus SLO Rp. 60.000. menjadi Rp. 681.000, sedangkan untuk biaya 900 watt sebesar; Rp. 868.000 plus SL0 sebesar Rp. 926.000.

Mereka juga sudah beberapa kali protes, bahkan dirinya mengaku juga pernah aksi hingga menginap di kantor PLN, bahkan menurut warga yang tinggal di dusun Baban Barat desa Mulyorejo ini, ada dua pelanggan yang sudah dipasang oleh PLN, karena ketahuan tidak membayar 4 juta kemudian diputus kembali.

Protes sebelumnya pernah dilakuakan akhir bulan  Juni 2015, mereka yang datangi Kantor PLN UPJ Kalisat dan PLN Area Jember. Mereka meminta pihak PLN mensosialisasikan pemasangan baru listrik murah, lantaran pemasangan listrik untuk warga terpencil ini sangat mahal, hingga mencapai 4 juta rupiah.

Bahkan Jumat, 4 September 2016 Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Hariadi mempertanyakan lambannya pemasangan listrik ini, bahkan Anggota DPR RI Fraksi Gerindra asal Daerah Pemilihan (Dapil) IV (Jember-Lumajang) ini mencurigai ada permainan dibalik mahalnya program Lisdes dari Pemerintah ini,

Kecurigaan itu bukan tidak berdasar, dalam program pengadaan listrik masuk desa untuk masyarakat kecil yang berdomisili di tempat terpencil yang berdaya 450-900 watt, seharusnya paling mahal tidak lebih dari 1 juta rupiah. Namun faktanya pada pelaksanaannya, pungutan itu membengkak hingga 4 juta rupiah. (edw/eros/midd)

Berita Terkait Ekonomi Bisnis

No comments: