"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Thursday, October 13, 2016

PLN Jember Akui Beberapa Pelanggan lisdes 2015 Di Baban Belum Nyala


Manager PLN, Yauri Majid & smen PPILN, Amin Tohari
Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Jember Jawa Timur, mengakui bahwa beberapa daftar pasang baru pelanggan Program Listrik Desa (Lindes) tahun 2015, hingga saat ini ada yang masih belum menyala.

Tercatat 13 dari 77 pelanggan yang belum bisa menyala, lantaran belum mempunyai Sertifikat Laik Oprasi. Namun anehnya, pernyataan berbeda disampaikan Asmen Teknik dari PPILN Jember, Menurutnya dari 13 nama warga, terdapat 7 nama pada sistemnya, telah terdaftar dan mengantongi SLO.

Pernyataan ini menanggapi keluhan warga Baban desa Mulyorejo, Kecamatan Silo yang menyatakan bahwa lebih dari dari 50 orang yang mendaftar program Lindes melalui Pasar Keliling (Sarling), hingga saat ini listriknya masih belum juga menyala, padahal mereka mengaku sudah melunasi seluruh kewajibannya.

Mereka yang mengeluh terdiri dari dusun Baban barat, Baban Tengah, Baban Timur, dan Baban Batuampar. Dusun Baban adalah kawasan terisolir di wilayah kabupaten Jember yang berjarak sekitar 60 Kilometer dari pusat kota. Kawasan Baban terletak di daerah Pegunungan Gumitir yang berbatasan dengan Kabupaten Banyuwangi

Namun pernyataan itu dibantah Humas PLN Area Jember, Ade Dewanto. Dirinya menyebutkan, dari 77 daftar pelanggan pasang baru semuanya telah direalisasikan. PLN juga sudah memasang KWH meter. Meski diakuinya masih ada 13 rumah yang belum teraliri listrik.

Bahkan, Ade meminta adu data dengan wartawan yang menanyakan berapa jumlah faktual pelanggan baru yang belum terpasang jaringan listrik di rumahnya tersebut. "Kami bekerja berdasarkan data. Jadi tidak benar 77 pelanggan baru tersebut belum terpasang," katanya, saat dikonfirmasi di kantornya. Selasa (11/10).

Ade juga membantah jika lambannya penyambungan itu karena keteledoran pihaknya. Dia menuding ada sejumlah orang yang memanfaatkan kondisi itu untuk kepentingan pribadinya. "Saya kira teman-teman (wartawan) sudah tahu siapa yang bermain. Sebenarnya hanya dua orang, tapi mereka membawa kelompok warga," tudingnya.

Hal senada disampaikan Manager Area PLN Jember Yauri Majid. Belum terpasangnya sambungan aliran listrik itu, lantaran mereka belum memiliki Sertifikat Laik Operasi (SLO) yang menjadi salah satu ketentuan persyaratan melakukan penyambungan baru, sesuai Undang Undang sebagai lembaga yang memeriksa kesesuaian instalasi listrik terpasang dengan standar instalasi listrik yang berlaku.

Lebih lanjut Yauri menyampaikan bahwa, sebenarnya pihaknya telah berupaya semaksimal mungkin untuk menyelesaikan seluruh tanggungan pemasangan listrik di tiga dusun, yakni Dusun Baban Barat, Baban Timur, baban tengah dan Dusun Baban Batu Ampar, di Desa Mulyorejo.

Kami akan layani pelanggan yang sudah lunas biaya Penyambungan Baru (PB), pelanggan bebas melakukan pemasangan instalasi listrik mengunakan jasa Instalatir manapun, baik lembaga Inspeksi Tenik ke Perkumpulan Perlindungan Instalasi Listrik Nasional (PPILN) maupun Komite Nasional Keselamatan untuk Instalasi Listrik (Konsuil), untuk mendapatkan SLO, setelah itu, barulah PLN bisa melakukan penyambungan dirumah pelanggan tersebut,” Katanya kepada sejumlah media di kantornya.

Sementara itu menanggapi masih adanya puluhan warga lain yang juga belum terpasangi aliran listrk, diluar yang terdata di PLN, Yauri mengaku masih akan melakukan pengecekan dilapangan. Sebab memang ada beberapa persoalan, diantaranya adalah pembayaran PB yang dilakukan melalui perantara atau orang lain.

Memang ada beberapa persoalan yang terjadi di desa Mulyorejo, diantaranya adalah pembayaran PB yang dilakukan melalui perantara, sehingga masih perlu di cek terlebih dahulu apakah uang yang disetor benar sudah dibayarkan, jika sudah, saya pastikan masuk dalam sestem kami dan bisa dicek secara online.”Pungkas Yauri  

Anehnya, hal berbeda dikatakan Asisten Manajer (Asmen) Teknik PPILN Jember, Amin Tohari. Setelah diadakan pengecekan, ada 7 nama dari 13 pelanggan yang disebutkan PLN Jember belum bersertifikat ternyata telah tersertifikasi SLO. Selebihnya yang 6 nama lain mungkin ada pada Konsuil.

“Yakni atas nama Tohari, Irfaur Ilmi, Nikma Siswati, Sidi, Adeluis, dan Hadi Susilo, maupun Rahmad, SLO nya sudah terproses di PPILN pada tanggal 9, 14, 15 dan 18 bulan September 2015, selebihnya yang 6 nama lainya mungkin ada pada Konsuil,  jadi memang benar kalau sudah satu tahun namun belum menyala” Ungkapnya

Ketua LSM Misi Persada Abdul Kadar menyayangkan kejadian itu, Perbedaan ini menunjukkan jika PLN tidak profesional. ini merupakan kealpaan PLN, karena menyangkut hak pelanggan,”mereka sudah bayar BP, biaya penyambungan, instalasinya juga bersertifikat, layak operasional, dengan demikian wajib hukumnya bagi PLN, melakukan penyambungan, agar listriknya menyala”,  katanya.

Menurutnya itu sudah lebih dari cukup. “hanya itikat baik, mau menyambung nggak,  seharusnya ketika warga sudah melunasi biayanya dan melengkapi kewajibannya, maksimal 5 hari, dari pendaftaran itu, wajib hukumnya bagi PLN untuk melakukan penyambungan, ini sudah lebih dari satu tahun”. tegasnya

Diberitakan sebelumnya, puluhan warga Baban, protes UPJ PLN Kalisat dan APJ PLN Area Jember, lantaran lebih dari setahun listriknya belum nyala, padahal mereka mengaku sudah melunasi seluruh kewajiban yang disyaratkan program Listrik Masuk Desa (Lisdes), yang diperuntukkan bagi warga yang kurang mampu ini.

Untuk 450 watt sebesar Rp. 1.350.000, sedangkan yang 900 watt sebesar Rp. 1.850. 000. Termasuk mereka juga telah melunasi seluruh Biaya Pemasangan (BP) untuk 450 Watt sebesar Rp. 421.000 Plus SLO sebesar Rp. 60.000. menjadi Rp. 681.000, sedangkan untuk biaya 900 watt sebesar; Rp. 868.000 plus SL0 sebesar Rp. 926.000.

“kami sudah beberapa kali protes, baik di UPJ Kalisat maupun di APJ Jember, bahkan dirinya mengaku juga pernah aksi hingga menginap di kantor APJ Kabupaten Jember, namun hingga kini tak dihiraukan. “ Tolonglah, kami ingin menikmati fasilitas ini”. Harapnya.

Hal sedada juga dikeluhkan, H Ahmad Sholeh, bahkan menurut warga yang tinggal di dusun Baban Barat desa Mulyorejo ini, ada dua pelanggan yang sudah dipasang oleh PLN, karena ketahuan tidak membayar 4 juta kemudian diputus kembali. (edw/eros/midd)

Berita Terkait Ekonomi Bisnis

No comments: