"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Sabtu, 19 November 2016

Akhirnya Korban Gempa Dapat Bantuan Dari Relawan Lokal

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Gempa bumi Rabo malam (16/11), disamping meluluh-lantakan rumah nenek Suyati, (55), di Desa Menampu, juga menerjang  rumah Ibu Sit, (70) di Desa Karangrejo, kecamatan Gumukmas.

Akibatnya korban harus diungsikan  ke rumah saudaranya.  Ibu Sit, atau biasa di panggil Mbok Sit tersebut menempati rumah bersama 2 orang anak yang satu masih kecil, dan satunya beranjak dewasa dan menjadi tulang punggung keluarga.

Menurut Suparto, tetangga korban bahwa usai kejadian tersebut korban masih tinggal dirumah kerabatnya, dan belum kembali kerumahnya menuturkan " Usai meninggalkan rumahnya  akibat gempa kemaren, saya belum melihat mbot sit dan keluarganya kembali kesini lagi " ujarnya Sabtu (19/11).

Melihat kondisi korban, Ibu Jemmy atau biasa di sapa mama relawan asal Gumukmas yang mendengar jika ada korban gempa dan rumah nya hingga hancur langsung mendatangi korban untuk menyalurkan sembako untuk meringankan beban keluarga tersebut.

"Saya berharap, pemerintah peka dengan kejadian seperti ini, dan semoga rumahnya  segera mendapatkan bantuan, hingga keluarga ini bisa berkumpul lagi, saya dapat kabar jika keluarga ini berpisah, ada yang ikut saudara jauh di lain desa " ujar mama duafa tersebut.


Informasih yang dihimpun dilapangan, akibat Gempa bumi  berkekuatan 6.2 SR, yang berpusat di radius 127 kilometer tenggara Kabupaten Malang dengan kedalaman 69 kilometer, , puluhan rumah di Jember hancur, bahkan ada yang hingga rata dengan tanah, seperti di Kecamatan Mayang, Gumuhmas dan Puger.

"Hingga pagi ini sudah ada laporan empat rumah warga di Kecamatan Mayang, 5 di Kecamatan Gumukmas, dan Puger "kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Heru Widagdo di Jember, Kamis.

Menurutnya satu rumah rusak berat yakni milik Hasan warga Desa Tegalwaru, Kecamatan Mayang karena rumah berukuran 6x8 meter roboh total, perabot rumah tangga dan satu sepeda motor rusak berat akibat reruntuhan bangunan, sehingga kerugiannya ditaksir mencapai Rp50 juta.

Rumah kedua,  yang juga mengalami rusak berat adalah rumah milik  Mistari, warga Dusun Mandaran, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger. Dan rumah ketiga, adalah  rumah milik Khusnul, warga Dusun Krajan, Desa Tembokrejo, Kecamatan Gumukmas.

Meski mengakibatkan kerugian material yang tidak sedikit,  beruntung tidak sampai menelan korban jiwa, "Gempa bumi juga menyebabkan kerusakan ringan satu rumah dan berat di desa Menampu Kecamatan Gumukmas dan dua rumah warga rusak sedang di Kecamatan Puger," tutur Heru Widagdo

"Gempa itu dirasakan cukup kuat di beberapa kecamatan di Jember, sehingga tidak menutup kemungkinan jumlah rumah warga yang rusak akibat gempa bisa bertambah, namun kami tetap akan melakukan pengecekan dari informasi warga," Pungkasnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Suhanan, rilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karang Kates menyebutkan gempa bumi 6,2 SR di titik koordinat 9.32 lintang selatan (LS) dan 113.12 bujur timur (BT), serta tidak berpotensi tsunami terjadi pada Rabu (16/11) pukul 22.10 WIB.

"Pemicu gempa bumi ini diperkirakan adalah aktivitas subduksi antara lempeng Indo Australia yang menunjam lempeng Eurasia dan gempa itu tidak berpotensi tsunami. Kami imbau agar masyarakat tetap tenang, dan terus mengikuti arahan BPBD dan BMKG," kata Suhanan Kepala (BPBD) Jember

Gempa tersebut tergolong gempa kuat dan berdasarkan peta tingkat guncangan (shake map) BMKG menunjukkan bahwa dampak gempa bumi atau guncangan dirasakan warga cukup kuat di daerah Kabupaten Malang, Yogyakarta, Lumajang, dan Jember.

Menurut Suhanan, hingga saat ini BPBD masih melakukan pengecekan terhadap informasi yang menyebutkan  adanya kerusakan di wilayah-wilayah lain. Tidak menutup kemungkinan  jumlah rumah yang rusak akibat bertambah. Untuk itu saat ini petugas BPBD sudah diturunkan kelapangan.

Sementara Sulastri Warga Kaliwates wartawan Memorandum, Kejadian pada 22.10 Wib Ia sangat terasa terjadi guncangan tersebut membuat lampu hias di ruang tamu bergoyang.

“Saat kejadian, saya juga sempat Keluar Rumah,  ternyata Warga lain juga berhamburan keluar rumah, bahkan juga ada yang sempat panik akibat gempa yang dirasakan warga yang cukup kuat, sehingga menyebabkan sejumlah perabotan di rumah warga berguncang.” Ungkap Sulastri (edw/lum/eros))

Berita Terkait Sosial Budaya

Tidak ada komentar: