Segenap kru dan jajaran Redaksi Majalah Gempur Online mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi 2017"
Custom Search

Senin, 14 November 2016

Diguncang Bencana, Ribuan Mahasiswa Unej Panik

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Akibat terjadi gempa bumi yang disertai kebakaran di gedung rektorat, kampus Universitas Jember (Unej), Jawa timur, pada Senin siang (14/11),  ribuan mahasiswa panik dan kalang-kabut.

Kepanikan juga melanda para karyawan, namun berkat kesigapan petugas Satuan Pengamanan (Satpam) dengan relawan, situasi dapat dikendalikan sehingga tak ada korban jiwa. "Kegiatan simulasi ini untuk meningkatkan kewaspadaan," Demikaian kata Pembina Komunitas Relawan Kampus (Korrek) Joko Mulyono..

Simulasi diikuti 130 karyawan mulai Satpam hingga, karyawan administrasi; 122 relawan kebencanaan, terdiri dari 80 relawan mahasiswa lama, dan 42 relawan kampus yang baru. Bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Kegiatan tersebut juga didukung BPBD, BNPB, Basarnas, dan Unit Pemadam Kebakaran.

"Skenarionya, gempa bumi dengan kekuatan 7,2 skala richter tersebut mengakibatkan gedung rektorat lantai dua terbakar,Bahkan gempa juga memakan korban yakni dua karyawan terluka sehingga membutuhkan evakuasi dari lantai dua," Jelasnya

Kegiatan, diawali dengan sosialisasi, dihadapan 200 peserta dari pimpinan dan karyawan, khususnya yang bekerja di Gedung Rektorat dr R. Achmad. Kemudian kegiatan diteruskan dengan simulasi, termasuk aksi evakuasi korban dari lantai dua Gedung Rektorat.

"Ke depan, kami merencanakan untuk membentuk Unit Reaksi Cepat Bencana yang terdiri dari relawan Korrek, Satpam, Humas dan Unej Medical Center sebagai tulang punggung penanganan bencana di lingkungan kampus Tegalboto," katanya.

Rektor Universitas Jember M. Hasan mengapresiasi kegiatan yang dimotori oleh Korrek, simulasi ini dapat membangkitkan kewaspadaan. "Unej memiliki banyak gedung tinggi, bahkan tahun depan kita membangun lima gedung berlantai enam. Karenanya wajib diimbangi dengan kesiapsiagaan," tuturnya.

Ia berharap kegiatan ini bisa dilaksanakan secara rutin, guna untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus mengasah kepekaan terhadap bencana alam yang sewaktu-waktu bias saja terjadi, kegiatan ini diharapkan civitas akademika waspada dan selalu siap menghadapi bencana.(edw)

Berita Terkait Lingkungan

Tidak ada komentar: