"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Sabtu, 05 November 2016

Pengorbanan Atlet Sumenep Akhirnya Berbuah Emas

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Atlet silat asal Kabupaten Sumenep, Madura, mengaku harus menjual ayam demi membiayai keikutsertaannya dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Timur ke 11 di kabupaten Jember.

Langkah itu dilakukan karena tak ada dukungan biaya dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, baik melalui Dinas Pendidikan maupun Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Kata pendamping kontingen atlet silat Herman, kepada sejumlah wartawan di Jember, Sabtu (5/11).

“Sebenarnya karena sudah terpaksa, sehingga kami berangkat bersama adik-adik melalui jalur mandiri, padahal kami sudah menyampaikan ke dinas terkait dan IPSI kabupaten Sumenep, namun katanya tak ada anggaran untuk kegiatan Popda di kabupaten Jember,” katanya.

Ada 13 orang yang ikut rombongan, 9 atlet , 4 official dan pendamping. Mereka patungan di tiga perguruan silat yang memberangkatkan para atletnya. “Karena tekad kami sudah kuat untuk mengharumkan nama Sumenep. Meski perjuangannya cukup berat,” ujarnya.

Tekadnya membuahkan hasil, Jaya Abadi Amroin meraih emas ajang Tanding Kelas G Putera, pelajar kelas 11 SMA Negeri Olahraga (SMANOR) Sidoarjo itu mengaku terharu. “kami menginap di kosan. untuk makan, kami membeli nasi bungkus. Itupun sehari hanya makan 2 kali,” kata Amroin.

Pesilat dari perguruan ASAD ini menceritakan, rumah kos yang mereka tempati adalah bantuan dari seseorang asal Sumenep yang telah menetap di Jember. Sebelumnya, Ia bersama teman-temannya tidur di musala SMP Negeri 7 Jember, yang menjadi lokasi pertandingan silat di ajang Popda tersebut.

Kondisinya begitu timpang dibanding atlet lain. “Kami bisa menang mungkin karena pertolongan Allah. Sebab, atlet lainnya makan nasi kotak dan tidur di hotel, sementara kami makan nasi bungkus dan tidur beralaskan karpet dan tikar di rumah kos,” ceritanya dengan mata berkaca-kaca.

Pemuda asal Dusun Tambangan, Desa Kalianget Timur, Kecamatan Kalianget ini berharap, Pemkab Sumenep dan IPSI memperhatikan atlet yang mengikuti lomba diluar daerah. atlet Sumenep berpotensi. “Rencananya, 24 Desember nanti kami akan ikut Popwil di Malang. Semoga kami juga bisa meraih juara,” harapnya.

Muhamad Lutfi, pelatih kontingen silat, biasanya pada ajang Popda ada seleksi, atlet yang lolos dibiayai Pemkab melalui Dinas Pendidikan dan IPSI. “untuk ajang Popwil nanti sudah bukan lagi tanggungan Pemkab tapi IPSI Jatim. Semoga saja tidak sama dengan IPSI Sumenep,” tuturnya. (ruz)

Berita Terkait Olahraga

Tidak ada komentar: