Selamat Hariraya Idul Fitri 2017 "Minal Aidin Walfaizin", Mohon Maaf Lahir dan Batin."
Custom Search

Jumat, 18 November 2016

PU Bina Marga Jember Diminta Hentikan Penebangan Pohon

Jember, MAJALAHAH-GEMPUR.Com. Penebangan ratusan pohon di saluran sekunder oleh Pu Bina Marga Jember mendapat protes keras dari Unit Pelaksana Teknis Pengelola Sumber Daya Air (UPT PSDA) Jatim.

Pasalnya meski sudah diperingatkan berkali-kali, sejak beberapa tahun belakangan ini, Dinas Pekerjaan Umum (DPU), tak bergeming dan tetap melakukan Penebangan di sebagian besar wilayah UPT kecamatan termasuk di saluran sekunder  Umbulsari dan  Bondoyudo (wilayah kerja Upt pengairan Semboro).

Akibatnya UPT PSDA Jatim melayangkannya surat peringatan dan perintah pemberhentian penebangan / pemotongan pada hari kamis 17 november 2016 kepada Dinas PU Bina Marga Kabupaten Jember, pasalnya keberadaan pohon yang berada di sekunder saluran adalah kewenangan PU pengairan Jawa timur.

Peringatan ini dilakukan, lantaran PU Bina Marga, tidak pernah memperdulikan, baik tegoran lisan maupun tertulis, “ini bukan hanya terjadi pada bulan ini, namun sudah sejak tahun 2013 lalu. Ungkap Pokja pengendali daya rusak Air TKPSDA wilayah Bondoyudo – Bedadung, Eko Sunarko, Jum’at (18/1).

Meski sudah diingatkan, tidak diindahkan. “Dalam UU RI No 11 tahun 1974 tentang pengairan dan Peraturan Mentri Pekerjaan Umum No 63/PRT/1993 tentang garis sempadan dan sungai, daerah penguasaan Sungai dan bekas Sungai, PU Bina marga tidak mempunyai kewenangan menebang pohon itu,"  Jelasnya.

Lebih ironis, penebangan ratusan pohon produktif ini, yang rata rata berukuran 150 hingga 300 cm itu tidak ada peremajaannya (reboisasi; red). ini jelas berdampak lingkungan, “Apalagi di Semboro, yang butuh pohon- serapan polusi (H2O), akibat Pabrik Gula, itu bukan perempesan, tapi penebangan”  Keluhnya.

Disamping itu, akibat penebangan di hampir seluruh UPT PU Binamarga se-Wilayah kabupaten Jember ini, negara rentan mengalami kerugian materiel. Meski Eko tidak menghintung secara rinci, menurtnya hasil penjualan yang diperkirakan mencapai milyaran rupiah, rawan terjadi penyimpangan.

Untuk itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember diminta tidak membiarkan, dan segera menghentikan  penebangan /pemotongan pohon, “Agar tidak menimbulkan kerusakan lebih parah lagi, kami minta Bupati Jember dr Faida menghentikan penebangan” harapnya.

Hal senada dikeluhkan kepala UPT Pengairan Semboro, Bambang. Dirinya  tidak pernah mendapat pemberitahuan. ”Penebangan ini dilakukan sejak tahun 2013. Sebenarnya kami sudah sering mengingatkan baik tertulis maupun lisan,  namun tak pernah dihiraukan“ Jelasnya.

Penebangan pohon juga dikeuhkan, Mohammad Zain, warga Desa Gunungsari kecapatan Umbulsari, seharus Pemkab tidak hanya bisa memotong saja, tapi juga harus bisa menanam kembali, “Ini adalah presedent buruk, contoh yang tidak baik, apalagi saat ini pemanasan global melanda dunia”. Keluhnya. (yond/ eros)

Berita Terkait Lingkungan

Tidak ada komentar: