"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Senin, 27 Februari 2017

Kapolri Tito, Lepas Ratusan Peserta Napak Tilas Palagan Jumerto

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian didampingi Bupati Jember dr.Hj.Faida, MMR, Senin (27/2) lepas ratusan peserta Napak Tilas dari PTIK-STIK, mengingatkan perjuangan Polri bersama TNI dan rakyat di Palagan Jumerto.

Pelepasan peserta dari Mahasiswa Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian dan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisisan (PTIK-STIK) dari kantor kecamatan Sukorambi menuju palagan Jumerto ini, guna mengingatkan bahwa, dalam menjaga kedaulatan Negara Republik Indonesia (NKRI, Polri tidak bisa lepas dari TNI dan masyarakat.

“Napak Tilas ini dimaksudkan untuk mengingat kembali bahwa, Polisi saat itu, selalu bersama-sama dengan TNI dan masyarakat, dalam menjaga kedaulatan Negara Republik Indonesia (NKRI) memperjuangkan kemerdekaan Reoublik Indonesia, khususnya di wilayah kabupaten Jember Jawa Timur dan sekitarnya” katanya.

Kegiatan ini menurut Mantan Kepala Badan Nasional Pemberantasan Terorisme (BNPT) ini juga untuk mengenal lingkungan masyarakat, dalam mejalankan tugas selalu berinteraksi dengan TNI dan dekat dengan rakyat.  “Dalam menjalankan tugas Polri harus selalu dekat dengan TNI dan rakyat,” Harapnya.

Tito juga berpesan kepada mahasiswa ilmu kepolisian agar benar-benar menghayati tugas dan kewajibannya dalam menjaga keamanan. “Pahami dan hayati dalam bertugas sesuai kewajiban di tengah masyarakat,” tutur Mantan Kapolda Metro Jaya tersebut.

Pantauan  wartawan, pelepasan peserta Napak Tilas Palagan Jumerto itu juga dihadiri oleh Forkompimda Jember, Kapolres dijajaran Polda Jawa Timur, Kapolda Jawa Tengah, Bupati Sidoarjo, Bupati Jombang, Kajati Jawa Timur.

Menurut sejarawan Jember, Styohadi bahwa Palagan Jomerto, 10 Februari 1949, merupakan peristiwa kejuangan Mobile Brigade (sekarang Brimob) bersama rakyat dalam mempertahankan Kemerdekaan. Dalam peristiwa ini, 13 anggota Mobile Brigade gugur dan 20 rakyat tewas.

Bahwa peristiwa ini menurut direktur TBB Salam yang juga seorang menulis buku Palagan Jumerto menjadi berita internasional tatkala "Het Parool", “Koran di negeri Belanda, pada bulan 4 April 1949 memberitakan adanya laporan pelanggaran perang yang dilakukan Belanda dengan membunuh rakyat sipil” Jelasnya

Ketua Komite Untuk Korban Perang di Jember "Voorzitter van het commite voor oorlogsslachtoffer" melaporkan kepada "Het Parool", bahwa peristiwa itu, terjadi pelanggaran perang yang dilakukan Belanda dengan menembaki rakyat sipil sehingga menewaskan 20 rakyat sipil. Pungkasnya. (midd/eros)

Berita Terkait Politik dan Hukum

Tidak ada komentar: