Marhaban Ya Ramadhan Marhaban Ya Ramadhan Marhaban Ya Ramadhan Marhaban Ya Ramadhan Marhaban Ya Ramadhan Marhaban Ya Ramadhan Marhaban Ya Ramadhan Marhaban Ya Ramadhan"
Custom Search

Minggu, 26 Februari 2017

Mantan Buruh Migran, Sulap Sampah Jadi Karya Bernilai Ekonomi

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Sampah yang selama ini oleh masyarakat dianggap kotor, menjijikkan dan disepelekan, dibuang begitu saja, namun di tangan-tangan kreatif para mantan Buruh Migran, ternyata dapat disulap menjadi karya-karya yang indah yang bernilai ekonomi.

Hasil sejumlah karya tangan-tangan kreatif dari masyarakat dan mantan buruh migran yang berasal dari sejumlah Desa ini tampak terpampang dalam dalam bazar, guna memperingati Hari Peduli Sampah Nasional, yang diselenggarakan saat Car Frtee di alun-alun Jember Day Mingu pagi (26/2)

“Sebelum dibuang, sampah yang masih layak kita manfaatkan, ya untuk tambahan pengahsilan keluarga,” kata  salah-satu, mantan buruh migran Minggu, (26/2). Ia mengaku pada akhir-akhir ini sedang fokus bersama rekan senasibnya membuat sejumlah barang bekas.

Masih kata Iin, biasa ia dipanggil, dari data yang ada di wilayah Jember Selatan, ada sekitar seribu lima ratusan mantan buruh migran. “Hampir separuhnya sudah membauat kelompok serta membuat barang daur ulang yang bernilai ekonomis,” jelasnya.

Bayak barang yang dihasilkan, seperti tas dari minuman sachetan, kotak tisusu dari koran, celengan dari batok kelapa, ada juga pigura dari koran. “Semua bahan bekas ini kami dapat juga dari bank sampah mas. Kelompok kami juga mengelola Bank Sampah jadi lebih praktis” ucapnya.

Salah satu pengunjung, Mustofa, warga Kecamatan Arjasa saat akan membeli kotak tisu mengungkapkan kekagumannya atas hasil hasil karya mantan buruh migram itu. “Ya gak nyangka aja mas bahan bekas yang selama ini kita sepelakan dan dan menjijikkan dapat diolah menjadi barang bernilai ekonomis,” tuturnya.

Saat disinggunmg harga, Mustofa tidak mempermasalahkan, “Karena ini kan hasil karya, dan juga mendukung program produk lokal yang dihasilkan oleh warga asli Jember.  Jadi harga nggak jadi soal, tapi kompetitif dan terjangkau kok mas. Jadi kita siap membeli,” katanya degan tersenyum. (midd)

Berita Terkait Industri

Tidak ada komentar: