Segenap kru dan jajaran Redaksi Majalah Gempur Online mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi 2017"
Custom Search

Kamis, 09 Maret 2017

Bocah SD Tewas Tenggelam Di Pemandian WBS Situbondo

Situbondo, MAJALAH-GEMPUR.Com. Wisata keluarga Pasangan Suami Istri (Pasutri) Ahmad Zainur, (36 tahun) dan Rafa, (33 tahun), asal Jl. Cendrawasih, No.15, Situbondo, Jawa Timur Kamis (9/3) berakhir duka.

Muhammad Rafa Abdillah, 7 tahun, anak pasutri tersebut tenggelam saat bermain di pemandian water boom situbondo (WBS). pukul 15.00 Wib. Diduga kuat, korban tenggelam lantaran tidak bisa berenang, Bocah yang masih  duduk di bangku kelas I SD itu pun akhirnya meregang nyawa.

Kronologis kejadian, menurut Ajiz, karyawan pemandian WBS. Bahwa Ahmad Ainur sekeluarga datang berkunjung ke Pemandian WBS sumberkolak Situbondo, sekitar pukul 14.30 Wib, anak itu langsung mandi di pemandian No. 3, khusus anak-anak, yang dalamnya hanya 40 cm.

“Saat itu korban mandi sama orang tuanya, nah, kemudian saya yang sedang lewat melihat orang tuanya ngobrol sambil makan didekat kolam itu, dan anaknya masih mandi bersama temannya dari pengunjung lain, kebetulan, jarak pemandian cukup dekat, berkisar 50 meter dari tempat saya memantau”. Lanjutnya. 

Saat Ajiz mau menghampiri temannya kepos pantau, terdengar teriakan ada yang minta tolong, ternyata bapak Rafa sudah membopongnya ke pinggir pemandian, ia mengaku bergegas menghampirinya, saat itu korban masih bernafas dan keluar air dari hidungnya.

“Langsung saya memberikan pertolongan dengan cara membalikkan korban agar air bisa keluar dari hidung dan mulut korban, namun korban sudah lemas dan Kemudian diantar ke bidan di desa kotakan oleh pihak pengelola WBS, tragedi itu terjadi sekitar pukul 15.00 wib.” Jelas Ajiz.

Menurut ayah korban saat ditemui di RSUD Abdoer Rahem, pagi itu anaknya mau ikut rombongan teman sekolahnya, namun ia larang dan diajak mandi bersama keluarga, ia tidak tau pasti saat kejadian anak sulungnya tenggelam. Saat, dirinya sedang makan dengan istrinya di bibir kolam itu, selang sekitar 10 menit, teman mandinya berteriak rafa pingsan, saat di RSUD, Rafa sudah meninggal” kisah ayah Rafa..

Kapolsek Panarukan AKP Didik Rudiyanto saat dikonfirmasi mengatakan, korban diduga sementara meninggal dunia karena tenggelam  saat berenang di wisata pemandian WBS itu. Dari keterangan sejumlah saksi dan keluarga korban, Rafa diketahui memang tidak bisa berenang.

Tidak ditemukan bekas penganiayaan. “Korban murni meninggal karena tenggelam, Keluarga menerima, dan menganggapnya sebuah musibah. Karena itu, keluarga tidak menuntut dan langsung membawa  jenazah korban pulang ke rumah duka,” kata perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu. (yan)

Berita Terkait Peristiwa

Tidak ada komentar: