"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Selasa, 21 Maret 2017

Dua Sumur Bor Di Jember, Dana Negara Ratusan Juta Mangkrak

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Keberadaan sumur bor di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember Jawa Timur yang dibangun dari anggaran APBD mangkrak, padahal nilai per proyeknya, mencapai 193 juta rupiah.

Akibatnya  warga sekitar tidak bisa memanfaatkan sumber air dari dua sumur bor yang terletak di dua dusun desa tersebut, dan terpaksa hanya mengandalkan kebutuhan air untuk kebutuhan hidup sehari-hari dari sumur tetangga dan sumur yang dibuatnya sendiri.

Keberadaan sumur yang mangkrak itu, masing-masing satu di Dusun Krajan, dan di Dusun Sulakdoro. Sumur bor dusun krajan dibangun kisaran tahun 2001, sementara sumur yang di Dusun Sulakdoro dibangun lima tahun kemudian yakni sekitar tahun 2016. 

Muhammad Nurkozin, 32, salah seorang warga Dusun Sulakdoro, mengaku, sejak pembangunannya selesai kisaran tiga bulan, sumur itu sudah tidak dipakai. “Air sumur bor keruh, apalagi berbayar, jadi warga merasa tidak perlu menggunakan sumur tu,” ujarnya saat ditemui media Selasa pagi (21/3).

Lebih lanjut Nurkhozin di wilayah Lojejer, diluar musim penghujan kedalaman sumur hanya lima meter saja air sudah menyembur keluar, "Kalau permasalahan air disini tidak bakalan kekurangan mas, " papar pria asal desa sebelah ujung selatan Kecamatan Wuluhan ini.

Dia dan beberapa warga lain juga mengaku tidak tahu menahu tentang proyek itu. Sebab, sesaat sebelum pembangunannya, sumur bor yang berada di halaman depan rumah Kepala Dusun Sulakdoro (Sugianto) tersebut itu tidak pernah ada sosialisasi kepada warga.

Kepala Desa Lojejer, Joko Santoso, mengaku jika dirinya tidak begitu detail mengetahui proyek itu. Namun sepengetahuannya berasal dari bantuan dinas Desperindag dengan perantara anggota dewan. ”Itu bantuan dari Disperindag melalui salah seorang anggota legislatif. Saya lupa namanya,” katanya (yond)

Berita Terkait Lingkungan

Tidak ada komentar: