Marhaban Ya Ramadhan Marhaban Ya Ramadhan Marhaban Ya Ramadhan Marhaban Ya Ramadhan Marhaban Ya Ramadhan Marhaban Ya Ramadhan Marhaban Ya Ramadhan Marhaban Ya Ramadhan"
Custom Search

Rabu, 22 Maret 2017

Forum Nahdliyin Jember Prihatin Tindakan Represif Pelaku Tambang

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Forum Nahdiyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA) dan sejumlah elemen aktiviis lingkungan Jember Jawa Timur merasa prihatin atas tindakan represif para pelaku penambang.

Bukan hanya kepada para pelaku aktivis tolak tambang emas di Tumpang Pitu Banyuwangi, hal ini juga  terjadi pada ibu-ibu kendeng ketika aksi tolak pendirian pabrik semen di Rembang. Demikian kata Ketua FNKSDA, Alif Raung usai melakuakn diskusi di Cafe Arongan, Jalan Riau Jember, Rabu (22/03)

Aksi kekerasan kepada masyarakat dan aktivis lingkungan menurutnya juga terjadi terjadi dimana-mana dan bahkan sangat masif. Mereka khawatir hal serupa terjadi di Jember, lantaran ada potensi tambang seperti tambang emas Silo, tambang pasir besi di Paseban kencong dal lain-lain" Katanya.

Sejumlah aktivis yang turut hadir dalam konsolidasi tersebut dari berbagai unsur diantaranya, Forum Komunikasi Mahasiswa dan Masyarakat Banyuwangi (Forkomb), Sruni Akar, Komunitas Tanah Liat, Rumah Baca dan BEM IKIP Jember.

Masih Alif, dirinya juga menyinggung masalah tambang di Silo yang mana menurutnya masih kuat. Sebab ada jaringan organisasi di masyarakat seperti halnya Farmasi dan Akar yang selama ini intens bersama FNKSDA menahan gempuran dari korporasi.

"Kami berharap dengan adanya konsolidasi ini lebih memasifkan gerakan-gerakan tolak tambang yang selama ini hanya berjalan parsial artinya setiap lembaga gerak sendiri-sendiri dan setelah ini saya berharap kita bisa bergerak bersama-sama tentu dengan gerakan yang lebih strategis," tuturnya.

Dalam pertemuan tersebut mereka bersepakat membentuk Aliansi Tolak Tambang Jember (ATTJ) dan dalam waktu dekat akan melakukan aksi demonstrasi serta pengumpulan dana yang akan di sumbangkan ke ibu-ibu kendengan selama melakukan pengecoran kaki di depan istana presiden. (rf)

Berita Terkait Lingkungan

Tidak ada komentar: