"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Wednesday, 22 March 2017

Halte Tua Dekat Polsek Mayang Dikeluhkan Warga

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Keberadaan halte tua yang terletak disamping Polsek kecamatan Mayang Jember, dikeluhkan warga. Pasalnya disamping kumuh, seluruh atapnya nyaris rusak, sisi bangunannya juga berkarat.

Hal ini dikhwatirkan akan membahayakan warga, apalagi saat hujan deras dan angin kencang. Untuk itu warga mengeluhkan hal tersebut ke Polsek Mayang. Atas keluhan tersebut Kapolsek Mayang AKP Gunawan Triono  Rabo (22/03) berharap ada tindak lanjut atas apa yang dikeluhkan warga.

Pasalnya sudah banya warga yang mengeluh ke Mapolsek Mayang.  “Sudah banyak warga yang mengeluh ke polsek sebelum kapolseknya saya, dan saya juga berharap segera ada tindak lanjut dari instansi terkait, karena warga mendesak ke saya,” jelasnya.

Menurutnya, halte tersebut berada persis di depan TK Kemala Bhayangkari 32 Mayang. Lembaga TK tersebut berada persis di samping Mapolsek Mayang. "Meski rusak, halte itu masih banyak digunakan warga untuk menunggu angkutan umum, terutama para pekerja toko, pasar dan pabrik " terang Kapolsek.

Mantan Kapolsek Semboro ini menegaskan, jika halte tersebut menjadi kewenangan dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jawa Timur, karena berada di samping jalan lintas antar kota yang menghubungkan Jember dengan Banyuwangi.

Keberadaan halte, cukup membahayakan, beberapa bagian berbahan besi dan seng lapuk, bisa menimpa warga atau rumah warga  “Kemarin saat hujan angin, atapnya hampir terbang, Saya sudah sampaikan ke Dinas PU Jatim di Kecamatan Mayang, Tapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjut” tutur Gunawan. 

Sedangkan menurut salah satu seorang tukang ojek Bambang yang kesehariannya mangkal di sekitar halte menerangkan jika sudah lama warga mengeluhkan,  karena halte yang berada di titik strategis tersebut hanya beberapa puluh meter dari Pasar Mayang masih sering digunakan warga.

“Beberapa tahun lalu sempat ada orang yang menggunakan seragam pemerintah mengukur halte tersebut, Tapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjutnya apalagi perbaikan, meski kami sudah sering mengeluhkan melalui kecamatan, hingga kini masih tidak perbaikan” terang Bambang .(edw/Gik)

Berita Terkait Lingkungan

No comments: