Segenap kru dan jajaran Redaksi Majalah Gempur Online mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi 2017"
Custom Search

Rabu, 22 Maret 2017

Jelang Nyepi, Ogoh-Ogoh Umat Hindu Jember Siap Diarak

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Bagi anda yang suka nonton Ogoh-ogoh, tidak perlu jauh-jauh datang ke Pulau Dewata Bali. Patung raksasa yang selalu hadir menyertai perayaan hari  Nyepi Tahun Baru Saka 1939 ini bisa dinikmati di Umbulsari Kabupaten Jember Jawa Timur.

Perwujudan Buta Kala yang selalu muncul tiap perayaan Nyepi ini, dengan mudah bisa kita jumpai di sejumlah tempat di Desa Sukoreno, Kecamtan Umbulsari. Pasalnya diaerah tersebut terdapat bermacam-macam agama yang hidup berdampingan, Baik Islam, Kristiani, termasuk agama Hindu.

Tampak menjelang perayaan Nyepi 2017, warga Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari ini, sedang sibuk merampungkan patung ogoh-ogoh. Patung yang biasa disaksikan banyak tempat Pulau dewata Bali itu sudah mulai dikerjakan sejak awal Februari kemarin hingga hari ini.

Wahyu Widodo, Ketua Panitia Perayaan Nyepi 2017 Rabu (22/3), mengatakan, untuk membuat satu set patung ogoh-ogoh biasanya menghabiskan biaya antara Rp. 1,5 hingga Rp 2 juta. “Biaya itu dipungut secara swadaya dari masing-masih keluarga Hindu yang selama ini mendiami sudut desa tersebut,” katanya.

Tiap pura, kata dia, biasanya membuat satu hingga dua ogoh-ogoh. Di Kecamatan Umbulsari sendiri terdapat tidak kurang dari enam pura. Masing-masing tersebat di Desa Sukoreno, Gunungsari, dan Umbulsari. “Biasanya juga ada kiriman dari daerah lain,” ujarnya.

Proses pengerjaannya dilakukan malam hari, selepas kerja. Semua laki-laki, dilibatkan. Seluruh ogoh-ogoh yang hingga kini pengerjaannya belum selesai, diupayakan rampung sebelum hari pelaksanaan, 27 Maret besok.  ”Jadi semuanya ikut bantu. Sehingga, yang muda-muda bisa sambil belajar,” lanjutnya.

Pada tahun-tahun sebelumnya, tiap kali perayaan ogoh-ogoh digelar banyak wisatawan dari luar Umbulsari yang datang ke lokasi guna menyaksikan perayaan yang selama ini Populer di Bali itu dan sudah menjadi tempat berkumpulnya ribuan warga. (midd/Lum)

Berita Terkait Sosial Budaya

Tidak ada komentar: