Selamat Hariraya Idul Fitri 2017 "Minal Aidin Walfaizin", Mohon Maaf Lahir dan Batin."
Custom Search

Rabu, 08 Maret 2017

Karyawan RSUD dr Subandi Jember Keluhkan Penarikan Restribusi Parkir

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Para Pegawai Negri Sipil (PNS), keluhkan penarikanrestribusi parkir di lahan Rumah Sakit Umum Daertah (RSUD) dr Subandi Kabupaten Jember, Peivinai Jawa Timur yang diterapkan kepada para karyawan dan masyarakat umum

Hl itu diungkapkan Kabag Umum RSUD dr Subandi Kab Jember Miftahul Fauzi, didampingi Kasubag rumah tangga, Umi kulsum.  perubahan pegelola lahan rpakir, belum final dan belum di sosialisasi pada karyawan, untuk itu perlu menunggu pak Direktur karena masih umroh. Katanya Rabu (8/3) siang dikantornya

Pasalnya masih belum ada keputusan, apakah gratis atau bayar sesuai perda parkir rumah sakit khusus, seperti Rumah sakit dr Subandi dan Rumah Sakit Kalisat maupun Rumah Sakit Balung dan seluruh Puskesmas, “Harus berbayar atau gratis untuk karyawan belum dijelaskan.“ Urai Fauzi

Menurut Umi Kulsum, pendapatan kotor restribusi pakir dalam sehar tidak kurang 3 hingga 4 juta rupiah, yang harus disetorkan ke Dispenda sebesar 20 persen, sedangkan untuk rumah sakit sebesar 40 persen, sementara untuk pengelola, biaya  investasi dan oprasional sebesar 40 persen.

Dalam waktu dekat semua karyawan akan dibagikan stiker parkir berlangganan. “Dalam Waktu dekat akan dibagikan Stiker parkir berlangganan, pada seluruh Karyawan baik bagi pemilik kendaraan roda 2 maupun roda 4, sehingga tidak bayar lagi, namun masih menunggu pak direktur” Ungkap Umi Kulsum

Menanggapi keluhan tersebut, salah satu petugas parkir pengelola baru dari PT Karya Darma Sejahtera Abadi, membenarkan bahwa memang pada awalnya semua pemilik kendaraan roda 2 seribu rupiah dan 4 dua ribu rupiah, harus bayar tapi bayak karyawan dan pegawai protes tidak mau bayar.

Namun untuk selanjutnya dirinya mengaku sudah tidak lagi menarik. “kami hanya sebagai petugas lapangan, hanya menjalankan perintah saja, sekarang sudah tidak bayar lagi.” Jelas penjaga motor yang tidak mau disebutkan identitasnya. (edw)

Berita Terkait Ekonomi Bisnis

Tidak ada komentar: