Segenap kru dan jajaran Redaksi Majalah Gempur Online mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi 2017"
Custom Search

Senin, 27 Maret 2017

Puluhan Aktivis Jember Gelar Doa Bersama Untuk Warga Kendeng

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Kematian Bu Patmi, peserta aksi cor kaki yang menolak pengoperasian Pabrik PT Semen Indonesia di Kendeng, Rembang, Jatrng membawa duka mendalam para aktivis Lingkungan.

Lantaran Geram, sejumlah aktivis di Indonesia melakukan aksi solidaritas mengutuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang tak mematuhi putusan Mahkamah Agung atas gugatan yang dimenangkan warga Kendeng menolak pembangunan dan pengoperasian pabrik semen itu.

Tak terkecuali para aktivis di Kabupaten Jember Jawa Timur. Tampak puluhan aktivis mahasiswa dan kelompok aktifis lingkungan, yang tergabung dalam Aksi Solidaritas Jember untuk Kendeng, Senin malam (27/3), menggelar orasi dan do’a bersama di alun-alun depan kantor Pemkab Jember.

Pembangkangan Ganjar atas putusan MA nomor 99/PK/TUN tahun 2016, atas gugatan Peninjauan Kembali (PK) yang memenangkan warga dan Walhi atas kasus Semen, lantaran keluarnya SK Izin Lingkungan No. 660.1/30 pada 9 November 2016 tentang Kegiatan Penambangan Bahan Baku Semen, Pembangunan dan Pengoperasian Pabrik.

“Aksi ini adalah aksi solidaritas untuk mendukung masyatakat Kendeng dalam menolak pendirian pabrik semen di Kendeng. Dan kami menuntut Ganjar Pranowo mencabut izin kegiatan penambangan pabrik semen di kawasan Kendeng,” kata Koordinator Aksi, Akbar Ridho Arifin, di sela-sela aksi.

Selain berorasi, mahasiswa juga memajang foto Bu Patmi, dan menaburkan bunga sebagai tanda duka. Mereka juga menyalakan puluhan lilin yang dipasang melingkar membentuk hati. Lilin itu sebagai tanda dukungan mereka kepada warga Kendeng yang terus berjuang mempertahankan tanah dari pembangunan pabrik semen.

Aksi cor kaki yang dilakukan warga Kendeng di depan Istana Negara menurutnya  bentuk tuntutan kepada Presiden Joko Widodo agar menghentikan rencana penambangan dan pembangunan pabrik semen di kawasan bentang alam karst yang menjadi pusat kehidupan masyarakat Kendeng.

Sayangnya, Presiden malah mengembalikan kewenangan mencabut izin pada Gubernur. Untuk itu Kami menuntut Presiden Joko Widodo, tegas memberi teguran kepada gubernur dan menghentikan praktik-praktik pertambangan yang merusak ekosistem dan merampas hak petani,”  ujarnya.

Aksi ini tidak hanya mendukung warga Kendeng, melainkan Pemkab Jember juga belajar dari kasus itu. Pemkab Jember harus belajar dari kasus kendeng. Dan kami sebagai mahasiswa akan tetap menyuarakan hal yang sama, menolak segala bentuk penindasan terhadap rakyat,” tandasnya. (ruz/yond).

Berita Terkait Politik dan Hukum

Tidak ada komentar: