Selamat Hariraya Idul Fitri 2017 "Minal Aidin Walfaizin", Mohon Maaf Lahir dan Batin."
Custom Search

Rabu, 08 Maret 2017

Ratusan Modin Se Banyuwangi Ikuti Pelatihan Ngurus Jenazah

Banyuwangi, MAJALAH-GEMPUR.Com. Pemkab Banyuwangi terus tingkatkan pelayanan, tak terkecuali bagi warga yang telah meninggal dunia. Komitmen ini diwujudkan Banyuwangi melalui pelatihan mengurus jenazah bagi modin.

Pada pelatihan yang diikuti sebanyak 734 modin dari 25 kecamatan se Kabupaten Banyuwangi provinsi Jawa Timur Rabu (8/2) di Gedung Wanita ini,  mereka akan mendapatkan pengetahuan pengurusan jenazah baik dari aspek keagamaan maupun kesehatan.

Staf Ahli  Hukum, Pemerintahan dan Pembangunan Heru Santoso mengatakan, pelatihan mengurus jenazah menjadi salah satu perhatian pemkab Banyuwangi karena dalam agam Islam kegiatan ini hukumnya Fardu Kifayah atau wajib dilakukan.

 “Sesuatu yang wajib itu berarti harus dilaksanakan, namun tidak semua orang  memiliki pengetahuan yang kemampuan untuk mengurus jenazah. Maka pelatihan ini menjadi penting untuk digelar,” kata Heru yang mewakili Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko saat membuka kegiatan tersebut.

Heru melanjutkan pelatihan mengurus jenazah ini juga diharapkan menjadi  cara untuk melakukan kaderisasi modin-modin yang trampil dibidang ini. Karena saat ini jumlah modin pengurus jenazah masih terbatas.

“Semakin banyak yang terampil dalam mengurus jenazah maka meringankan kerja modin-modin kita yang rata-rata sekarang ini sudah senior. Juga ada penggantinya apabila modin yang bertugas mengurusi jenazah tidak ada ditempat,” ujarnya.

Menurut Kepala Kesejahteraan Masyarakat M. Luqman, Pelatihan tersebut dilaksanakan pada tiga tahap, yakni hari ini (7/2), besok (8/2) dan pada tanggal 13 mendatang di wilayah selatan tepatnya di Kecamatan Jajag. Hari ini pelatihan ini diikuti oleh 8 kecamatan diantaranya, Banyuwangi, Giri, Glagah dan Licin.

“Kami laksanakan bertahap agar pesertanya tidak terlalu banyak dan penyampaian materi bisa berjalan dengan maksimal,” kata Luqman.

Materi yang diberikan, kata Luqman melingkupi dua aspek yakni aspek keagamaan dan kesehatan. Pemateri yang diundang pun dari dua instsitusi yakni dari kantor kementrian agama dan dinas kesehatan.

“Kami ingin para modin ini tidak hanya mendapatkan materi tentang rukun-rukun dan tata cara mengurus jenazah tapi juga bagaimana penanganannya kalau ada jenazah dengan kondisi kesehatan tertentu, bagaimana cara penanganannya yang tepat. Misalnya saja untuk jenazah yang sebelumnya menderita penyakit AIDS,” ujarnya.

Salah satu peserta pelatihan tersebut dalah pelatihan Ahmad Toyib (45). Pria ini sudah menjadi modin sejak tahun 2001 di wilayah kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi. Ahmad menjadi modin bagi pernikahan juga mengurus jenazah. “Alhamdulillah ada pelatihan ini, bisa menambah pengetahuan terutama yang terkait kesehatan,” kata Ahmad.

Ahmad mengatakan, jumlah modin masih terbatas. Di wilayah Kelurahan Karangrejo satu modin, satu rukun warga (RW). Apabila berhalangan, maka modin dari RW lain yang menggantikan tugasnya. “Saya berharap dengan adanya pelatihan ini semakin banyak muncul modin pengurusan jenazah. Insyaallah saya juga termotivasi untuk melakukan kaderisasi diwilayah saya,” katanya. (hms/him)

Berita Terkait Sosial Budaya

Tidak ada komentar: