"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Friday, March 17, 2017

Santri Sukorejo Tahlilan Untuk KH Hasyim Muzadi Hingga 7 Hari

Situbondo, MAJALAH-GEMPUR.Com. Meninggalnya KH  Hasyim Muzadi sekitar pukul 06 lebih 15 menit, pada hari Kamis pagi (16/03), diusianya yang ke 72 tahun membawa duka yang medalam warga Nahdliyin di Sukorejo Asembagus Kabupaten Situbondo Jawa Timur

Mantan Ketua Umum PBNU itu dikenal sebagai ulama yang tak pernah lelah berjuang dan mengabdi melalui jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU). Kepergian pengasuh pondok pesantren Al Hikam itu, setelah beberapa kali menjalani perawatan di  Rumah Sakit Lavalette, Kabupaten Malang. 

Kepergiannya tak hanya dirasakan warga nahdiyin dan kalangan pesantren, melainkan juga seluruh bangsa Indonesia. Untuk itu Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iah Sukorejo, KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy, memerintah seluruh santri mengaji dan tahlil bersama, sehabis sholat  magrib selama 7 hari.

Kiai Hasyim Muzadi dikenal sebagai tokoh islam moderat, pernah mengadakan kegiatan  konferensi internasional bersama Kiai Azaim awal 2014 silam. “Kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren Sukorejo, diikuti sejumlah ulama dan cendekia muslim terkemuka dunia. Konferensi Internasional penguatan nilai-nilai islam moderat itu melahirkan 9 rekomendasi”. Kenang KHR. Ahmad Azaim

Selain itu, lembaga yang diprakarsai Kiai Hasyim Muzadi, yaitu  Internasional Conference of Islamic Scholars (ICIS), melakukan kerjasama dengan Institut Agama Islam Ibrahimy (IAII) Sukorejo. “Salah satu poin penting kerjasama tersebut, yaitu IAII dan ICIS akan terus melakukan kajian keislaman, dan selalu mempublikasikan karya-karya ilmiah”. Lanjutnya

Kiai Hasyim Muzadi merupakan salah satu tokoh NU yang patut diteladani.  Kiai Hasyim Muzadi memulai pengabdiannya melalui Pengurus Ranting NU Bululawang, Kabupaten Malang, pada tahun 1964. Kiai Hasyim dipercaya menjadi Ketua Umum PBNU dua periode, 1999-2004 dan 2004-2009.

Tak hanya jadi tokoh nasional, dunia Islam mengakui kapasitas dan ketokohannya. Pernah menjabat Sekjen International Conference of Islamic Scholars (ICIS). kemudian terpilih menjadi  presiden World Conference on Religion for Peace (WCRP), melalui Konferensi Dunia Agama untuk Perdamaian ke 8,  yang berlangsung di Kyoto Jepang. Kini tokoh NU, sang ulama panutan umat itu telah berpulang ke Rahmatullah. (yan)

Berita Terkait Sosial Budaya

No comments: