"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Tuesday, 21 March 2017

Siswa SMP Jember Terseret Arus Trotoar Ditemukan Di Pantai

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Enggar Genta Ihtisar (13), siswa SMP 1 Jember yang hanyut terseret arus air hujan di troar depan Yon Armed 8 Kebonsari, usai turun dari angkot Sabtu (18/3) lalu, akhirnya ditemukan meninggal dunia

Jasad korban diemukan, Selasa dini hari (21/3) sekitar pukul 03.00 oleh Tim SAR Rimba Laut dan Basarnas Jember di pantai Nanggelan Desa Curahnongko Tempurejo Jember. Saat ini jasad korban sudah dibawa ke kamar mayat RSUD dr. Soebandi Jember.

Penemuan jasad siswa SMPN 1 Jember kelas 7 I, asal perumahan pondok Bedadung Kelurahan Kebonsari , Kecamatan Sumbersari, ini setelah dilakukan pencarian siang dan malam, , di pantai sekitar Kawasan Hutan Taman Nasional Meru Betiri.

Penenemuan korban ini sempat terjadi simpang siur, bahkan di media sosial bermunculan berita hoax yang mengatakan bahwa korban sudah ditemukan pada hari sebelumnya, namun semua itu terbantahkan, ketika penemuan pada pencarian hari ketiga ini membuahkan hasil.

Jasad korban ini sebelumnya sudah diketahui nelayan Senin sore di selatan pantai Papuma, namun karena ombak dilaut sangat besar, mereka tidak bisa mendekat, teman-teman mengatakan kalau ciri-ciri jasad korban iu mengenakan celana seragam sekolah,” ujar salah satu nelayan asal Puger.

Pada hari Minggu (19/3) Wawan Seorang Warga Kasiyan Reboan Puger, bersama beberapa nelayan melihat jasat mengambang di seputaran, di Pamuma (Tengah Kajang). “Dengan ciri-ciri seperti anak sekolah mengunakan celana panjang seragam Pramuka, kemungkinan seragam sekolah.”Ungkap Wawan

Menurut Kapolsek Temporejo, AKP Suhartanto, penemuan ini berkat informasi seorang pencari burung, yang melihat ada mayat mengapung di pantai Nanggelan. Pernyataan itu diperkuat anggota Polsek Mumbulsari Aiptu sumardi, Mantan anggota Polair Puger, yang mendapat informasi nelayan, sekitar Jam 4 sore.

Dia kemudian mendatangi Polsek Tempurejo. Aiptu sumardi kemudian menghubungi Tim Sar Rimba laut, Binaan polair polres jember. Atas informasi itu, bersama Tim sar, Senin (20/3) sekitar Jam 19.00 Wib berangkat, dan akhirnya berhasil dievakuasi hingga Selasa (21/3)  jam 03 pagi.

Sementara Komandan SRU operasi SAR   Rudy Prahara, Timnya telah mendapati korban ditepi pantai Nanggelan pada Senin pulul 23.00 dengan jenis laki-laki berusia sekitar belasan tahun, hanya memakai celana dalam, dengan kondisi korban bengkak, tim evakuasi menuju Dusun Ungkalan, Kecamatan Temporejo

Ia tak menyangka jenazah terseret arus Sabtu 3 hari lalu itu Eggar, Sebab, jalur sungai tidak masuk ke kawasan Tempurejo, tapi berakhir di Puger. Karena itu ia berfikir, tidak mungkin Jenazah sampai ke pantai Nanggelan, Kecuali Laka laut, Apalagi Jenazah harus melintasi 3 kecamatan, yakni Puger, Ambulu dan Tempurejo.

Pencarian korban, menurut Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember, Heru Widagdo, melibatkan beberapa pihak, Tim Ranggong BPBD Jember, Basarnas, TNI, Polri dan sejumlah relawan. “Pencarian ini melibatkan beberapa pihak dari berbagai kalangan serta di bantu tim relawan,” ujar Heru.

Dari hasil identifikasi  RSD Dokter Subandi, dengan pihak keluarga Jenazah tersebut, adalah Almarhum eggar, dengan adanya Kepastian itu. Tugas sebagai komandan SRU pencarian Eggar sudah selesai, sehingga seluruh anggota tim SAR dikembalikan kepada satuannya masing-masing.

Paman korban Lukman Hakim, mengakui bahwa Jasat yang evafuasi di kamar mayat dr Subandi merupakan bagian dari kuluarga, “Kami faham ciri-ciri yang dimiliki korban, mulai gigi dan fis Wajah serta celana dalam yang masih melekat ditubuh korban, kesemuanya identik dengan keponakan saya.” Jelasnya.  

Diberiakan sebelumnya bahwa Enggar, terseret arus di selokan usai pulang sekolah bersama dengan dua temannya, karena turun dari anggko yang saat itu hujan deras, enggar tidak mengetahui kalau tempat yang ia injak bibir selokan, sehingga terplese dan terbawa derasnya arus air “trotoar” (edw)

Berita Terkait Peristiwa

No comments: