"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Minggu, 05 Maret 2017

Stan Car Free Day Karya Lapas Jember Dipenuhi Pengunjung

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Lapas Klas IIA Jember bukan hanya tempat menjalani hukuman yang menyeramkan,  namun  juga sebagai tempat berkarya, sebagai bekal narapidana kembali bermasyarakat. 

Untuk mengembangkan dan memasarkan hasil karya warga binaan pada masyarakat, kami  memanfaatkan Car Free Day (CFD), setiap hari minggu bebas kendaraan dengan membuka stan di depan Kantor Lapas untuk  menjual berbagi macam karya yang dibuatnya. 

"Ini adalah hasil karya warga binaan kami, karyanya ternyata diminati masyarakat dan bernilai jual tinggi. Kita berharap setelah keluar dari menjalani pembinaan di lapas nanti, karya yang dibuatnya  bisa untuk menopang kebutuhan ekonominya. " Ujar Ketua Kapalas, Tejo Harwanto Minggu pagi (5/3) 

Ada puluhan karya yang dipamerkan, berupa acrylic yang dijual mulai 15 ribu hingga  200 ribu rupiah. Hasil penjualan, akan diputar untuk biaya pembinaan. "Sebenarnya, yang diberikan, tidak hanya kerajinan seperti ini. Kami juga melakukan pelatihan membuat kue maupun budidaya ikan lele," Ulas Tejo Harwanto

Tentunya pemerintah kabupaten (Pemkab) Jember bisa memberikan perhatian dan sentuhan yang lebih, baik regulasi kebijakan pelatihan alat pada mereka, ketika sudah selesai menjalani putusan hakim, bisa dikembangkan lagi pada kehidupan bermasyarakat. 

Namun yang jelas meraka masih perlu mendapatkan batuan dana permodalan, untuk itu peran pemerintah daerah sangat diharapkan, pemerintah harus hadir, contoh bisa mendapatkan dana CSR dari perbanka, dari Pemkab Jember." Harap Tejo Harwanto 

Sementara menurut salah satu pengrajin Akrenik, Sadin (40 tahun), kegiatan ini merupakan langkah luar biasa. "Dari berbagai hasil karya keterampilan tangan, binaan para petugas dan Darma wanita lapas, dapat dipasarkan.” Ungkap Warga Mumbulsari yang menjalani Vonis 1.5 tahun ini.

Menurutnya warga binaan lapas klas 2 A Jember menginginkan dirinya mandiri dan tidak ingin ketergantungan pada orang lain, juga tidaklah ingin selalu bersentuhan permasalahan hukum lagi, mereka ingin tenang dan punya penghasilan saat hidup bermasyarakat. "jelasnya 

Menutunya, warga binaan ini sekitar 99 persen adalah warga yang berasal daru Jember, sehingga tidak bisa dipasrahkan begitu saja pada Kementerian Hukum dan Ham saja, namun tentunya harus ada kebijakan dan kerjasama dengan Stekhoder daerah."pungkasnya 

Salah satu pengunjung Bu Silva, yang juga pembeli dari Kelurahan Sempusari, Kecamatan Kaliwates, sangat mengapresiasi hasil karya yang dihasilkan oleh warga binaan. "Hasil keterampilanya juga bagus-bagus tidaklah kalah bersaing, dan bisa dipasarkan di outlet agar mudah didapatkan." Tutur Silva (edw)

Berita Terkait Ekonomi Bisnis

Tidak ada komentar: