Selamat Hariraya Idul Fitri 2017 "Minal Aidin Walfaizin", Mohon Maaf Lahir dan Batin."
Custom Search

Rabu, 17 Mei 2017

Puluhan Warga Situbondo Demo, Minta Tambang Ditutup

Situbondo, MAJALAH-GEMPUR.Com. Puluhan warga Situbondo Jatim Kamis, (18/05) gelar aksi unjukrasa, menuntut, Pemerintah, DPRD dan penegak hukum, menghentikan tambang ilegal.

Dengan membentangkan beberapa poster yang bernada kecaman "Penambang jaya, bukit hancur" atas maraknya tambang illegal, mereka meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan aparat Kepolisian agar tidak menutup mata dengan adanya aktifitas mengakibatkan kerusakan alam dan lingkungan tersebut.

“Kekayaan sumber daya alam di Desa Panji Kidul, Kecamatan Panji dan di Desa Kotakan, Kecamatan Kota, yang melimpah telah dirampas dan dirusak oknum -oknum yang tidak bertanggung jawab dan pelaku tambang ilegal yang hanya memperkaya diri. Teriak koordinator aksi aktivis peduli dampak Lingkungan, Anas Wijaya.

Tuntutan juga disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Didepan kantor Lefislatif para pengunjuk rasa meminta DPRD turun, karena sudah terlalu lama dibiarkan. Padahal sudah lama, namun hingga kini belum ada tindakan tegas, harusnya kekayaan negara mesti dijaga" katanya.

Para pengunjuk rasa, juga minta mengusut, menyegel lokasi tambang, karena aktifitasnya dianggap melawan supremasi hukum,”Masyarakat sudah melaporkan tentang dampak maupun kerusakan yang ditimbulkan, namun sampai detik ini alhasil tidak ada realisasai dalam proses penegakan hukumnya ” tandasnya.

Sebelum menambah kerusakan lingkungan serta konflik sosial didalam masyarakat, kepolisian harus mengambil tindakan tegas secepatnya karena selama ini aparat pegak hukum dinilai bekerja setengah hati, mereka mencurigai ada oknum -oknum aparat  dan pejabat yang bermain dengan pengusaha  tambang.

Lantaran tidak satupun pejabat yang menemuinya, para peserta aksi demo kecewa, merasa enggan menemui pengunjuk rasa, dengan dalih sedang rapat. Untuk itu mereka mengancam akan kembali melakukan aksi yang sama, dengan jumlah massa yang lebih besar jika tuntutan tidak di penuhi. (ef)

Berita Terkait Lingkungan

Tidak ada komentar: