"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Sabtu, 06 Mei 2017

Sejak 1712, Kopi Kebun Rakyat Bondowoso Sudah Mendunia

Bondowoso, MAJALAH-GEMPUR.Com. Masa Hindia Belanda 1817 - 1942, Bondowoso - Jember  merupakan lahan pertanian dan perkebunan potensial wilayah Afdeling Residentie Besoeki (Karesidenan Besuki)

Pasalnya wilayah itu, pegunungan (bergdistriken) dengan udara segar dan subur, bahkan era sebelumnya, yang saat itu masih berada di bawah kuasa Blambangan, juga sudah menjadi penghasil sumber bahan pangan yang sudah diekspor hingga ke luar Jawa (Arifin, 1995 : 278).

Sehingga sebelum adanya perusahaan perkebunan dan pertanian, penduduk local (Rakyat; red) yang mayoritas adalah suku Madura itu sudah mempunyai usaha kebun, bahkan Java Coffee yang dikenal di dunia saat itu berasal dari Bondowoso.

“Bukan kopi (koffij), mereka juga menaman padi (rijst), tembakau (tabak), tebu (suikerriet), Coklat (kakao), dan kapas (Hageman, : hal. 34)”. Demikian ungkap, Y Setiyo Hadi, Penggagas dan Pengelola Rumah Sejarah sekaligus pemilik Museum Boemi Poeger, kepada media ini saat di temui Sabtu, (6/5)

Java Coffee, diperkenalkan di Belanda pada tahun 1712 (di Amsterdam) itu menurut Yopi, berasal dari lereng Gunung Ijen pada ketinggian 1.100 mdpl sampai 1.600 mdpl. “Kopi Jawa ini dihasilkan dari kebun yang dikelola rakyat di sekitar lereng Gunung Ijen”. Katanya.

“Munculnya perusahaan perkebunan, diawali, beberapa penelitian, tanah (land), bahasa (taal) dan kebudayaan (volkenkunde) oleh para peneliti Eropa. Para peneliti tersebut antara lain Horsfield (1805-6), Junghuhn (1844), Bosch (1844), Zollinger dan beberapa peneliti lainnya”. Jelasnya.

Perusahaan perkebunan kopi (koffieeonderneming) Belanda mulai muncul sekitar tahun 1850 (Drie Geografische Studies Over, 1963: hal. 383). “Sejumlah perkebunan kopi berada di Blawan dan Jampit – Kalisat, juga dikenal menghasil Java Coffee”. Pungkasnya. (eros).

Berita Terkait Pertanian

Tidak ada komentar: