Selamat Hariraya Idul Fitri 2017 "Minal Aidin Walfaizin", Mohon Maaf Lahir dan Batin."
Custom Search

Minggu, 14 Mei 2017

Situs Gunung Argopuro Dalam Sudut Historisnya

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Situs Gunung Argopuro, di pegunungan Ijang (Ijang gebergte), di titik batas pertemuan empat Kabupaten ujung timur pulau Jawa ini, diperkirakan peninggalan umat Hindu.

Di wilayah itu berbagai peninggalan masa prasejarah dan klasik ditemukan. “646 Goenoeng Argapoera”, begitu judul dari catatan yang ditulis oleh DR. RDM Verbeek dalam buku Oudheden Van Java: Lijst Der Voornaamste Overblijfselen uit den Hindoetijd op Java met Eene Oudheidkundige Kaart tahun 1891.

Dalam catatan ditemukan berbagai peninggalan berupa bangunan kotak dan berundak, serta barang antik lain diketinggian 3040 meter di atas permukaan laut. Demikian diungkapnya Y. Setiyo Hadi, Pengelola Museum Boemi Poeger dan Rumah Sejarah kepada media ini, Minggu (14/5)

“Diperkirakan bangunan dengan beberapa pintu masuk, berdinding setinggi antara 2 sampai 3 meter dengan struktur bangunan berbentuk teras agak mengarah ke selatan yang dibalik dindingnya ditemukan beberapa umpak batu terbuat dari serpihan batu andesit yang runcing itu tempat ibadah umat Hindu”. Jelasnya.

Bahkan, jauh sebelumnya, Zolinger peneliti Eropa pada tahun 1846 juga menulis peninggalan kuno itu. Dalam tulisan berjudul “Op Tagalan Argapoera lage terrassen met opgestapelde steenen omzoomd, en een hol” dalam  Bijdragen Kennis Gebergte Systemen Oost Java: Tijdschrijft van Nederland Indie 1846.

Di areal Argopuro terdapat teras batu yang bertumpuk, dinding segi empat serta guci / pot yang berlapiskan glasir kebiruan. Informasi yang diperoleh berdasarkan legenda masyarakat bahwa guci atau pot itu berasal dari Cina sebelum mereka terlibat dalam  perang (awal Majapahit berdiri).

Demikian, bahwa Gunung Argopuro mempunyai legenda yang hidup di dalamnya serta penuh peninggalan dari peradaban manusia. Pada Peta tahun 1937, posisi Argopuro merupakan titik pertemuan dari empat wilayah: Bondowoso, Jember, Probolinggo, dan Situbondo.

Berita Terkait Sosial Budaya

Tidak ada komentar: