Selamat Hariraya Idul Fitri 2017 "Minal Aidin Walfaizin", Mohon Maaf Lahir dan Batin."
Custom Search

Sabtu, 27 Mei 2017

Warga Lereng Argopuro Jember Temukan Batu Unik Bernada Musik

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Ada yang unik batu lereng gunung iyang argopuro, jenis batu diwilayah kabupaten Jember Jawa Timur ini, bila dipukul mengeluarkan suara merdu, bak bunyi gamelan.

Bentang Wilayah (Landscape) ujung timur pulau Jawa ini, dibagian utaranya merupakan deretan pegunungan iyang (Ijang), sebelah baratnya terdapat Gunung Argopuro dan Puncak Rengganis, serta di bagian timur terdapat Gunung Ijen dan Gunung Raung ini diduga menyimpan sumber daya alam dan budaya kuno.

Sumber Candik merupakan nama sebuah dusun di Desa Panduman Kecamatan Jelbuk, merupakan lereng bagian dari Pegunungan Ijang di Kabupaten Jember. Di dusun di bagian selatan itulah ditemukan batu unik bernada unik itu”. Demikian ungkap Pengelola Rumah Sejarah, Jember Y Setiyo Hadi Sabtu (27/5)

Menurut pria yang biasa disapa Mas Yopi batu itu oleh penemu pertama diberi nama Selo Bonang. “Demikian sebutan yang diberikan oleh Hadi Purnomo yang pertama menemukan batu-batu yang bila dipukul dengan batu atau pemukul dari besi mengeluarkan nada-nada music yang nyaring”, Jelasnya.

Bahkan menurut pria yang juga mengelola Museum Boemi Poeger ini, Mahasisa UNEJ dari unit kesenian pernah mencoba memukul sekitar delapan batu tersebut, memunculkan gending Jawa Kebo Giro”, ungkap Hadi Purnomo kepada saya sambil menceritakan asal-usul ditemukan batu tersebut.

Pertama ditemukan Agustus 2016 tahun lalu, ketika membersihkan lahan yang dibeli beberapa tahun lalu itu dipenuhi bebatuan. Hadi Purnomo dibantu Pak Siati alias Munif menemukan bebatuan berserakan itu.  Saat melempar beberapa batu terjadi benturan antar batu dan terdengar bunyi nyaring seperti nada music.

Hal ini menarik perhatian Hadi dan menyuruh Pak Siati memisahkan 22 batu yang berbunyi. “Sedangkan yang sudah diselaraskan nadanya oleh penggiat seni Universitas Jember ada 8 batu,“Saya sempatkan pula mencoba memukul-mukul batu itu, yang saya rasakan muncul bunyi nada do re mi fa sol la si”. Katanya.

Saya mendapat gambaran bahwa dilokasi tersebut dimungkinkan dihuni manusia pada masa ribuan tahun lalu, temuan batu itu adalah lithophone, yang berarti seperangkat batu yang dipukul dengan batu lainnya atau alat keras yang menghasil nada music terdengar dengan kombinasi menghasilkan harmoni dan melodi”.

Untuk itu Yopi berharap pemerintah Kabupaten memberi perhatian, Bentuk perhatian itu yang paling awal adalah melakukan kajian dan penelitian berbagai peninggalan megalitik yang di Jember sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. (eros).

Berita Terkait Sosial Budaya

Tidak ada komentar: