Selamat Hariraya Idul Fitri 2017 "Minal Aidin Walfaizin", Mohon Maaf Lahir dan Batin."
Custom Search

Selasa, 06 Juni 2017

Kualitas Daging Di Pasar Tanjung Jember Baik dan Aman Dikonsumsi

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Kualias daging di Pasar Tanjug Jember masih baik. Hingga saat ini Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan belum menemukan daging oplosan maupun daging glondongan.

Namun , 7 hari jelang hariraya idul Fitri (Prepekan; red), saat permintaan tinggi, biasanya harga akan naik, dan setelah akan normal kembali. Pada saat itu rentan beredarnya daging oplosan dan glongongan, untuk itu Pemkab akan terus memantau agar hal itu tidak sampai terjadi.

Namun hingga kini tidak Kita tidak menemukan daging oplosan atau gelongan itu, semua daging baik dan layak konsumsi. Demikian ungkap  kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Andi Prastowo,saat memantau stok, mutu, dan harga daging dipasar Tradisional yang di pusat kota jember Selasa (6/6)

“Mulai dari daging ayam tiram, kambing dan sapi, semuaya baik dan layak konsumsi” ungkapnya saat didampingi kasi dan kabidnya usai berkeliling sambil mencatat harga dan mengecek bebagai jenis daging mulai dari ayam, kambing dan daging sapi, bahkan termasuk daging babi yang tidak luput dari pengetesan.

Menurutnya, harga juga terpatau masih normal, dan tidak ada kenaikan yang siknifikan "Harga daging ayam kapung Rp 50.000, ayam tiren Rp 28.000 jadi Rp. 29.000, untuk daging sapi untuk kwalitas super Rp 110.000  -  Rp 120.000, dan kwalitas biasa. Rp 100.000" Urai Andi

Hal senada disampaikan Pembantu Penerima Bendahara Pasar Tanjung  Sunarso, sedangkan kebutuhan lain jutru terjadi penurun, untuk harga Bawang putih pada akhir bulan Mei hari masih di kisaran Rp 45 - 40 sedangkan hari ini turun Rp 2.000 dari 38.000 menjadi Rp 36.000

Salah satu pedang daging sapi Hj Erni mengungkapkan, naiknya harga daging biasanya 7 hari menjelang Hari Raya Idul Fitri lantaran harga sapi mulai mahal sebab banyak kelompok arisan daging dan pembeli sapi dari luar kota masuk Jember, sehingga harga daging dipastikan akan naik.

Saat itu biasanya rentan beredarnya daging oplosan dan glongongan, namun pelanggan sudah mulai pintar membedakan daging baik dengan danging glondongan (genjur; red). "Meski murah tapi tidak ada yang mau beli, selain itu saya akan tetap menjaga kepercayaan pelanggan." Tutur Hj Erni. (edw)

Berita Terkait Ekonomi Bisnis

Tidak ada komentar: