Selamat Hariraya Idul Fitri 2017 "Minal Aidin Walfaizin", Mohon Maaf Lahir dan Batin."
Custom Search

Sabtu, 17 Juni 2017

Motto Pasar Murah Polres Jember Siap Merugi

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Guna menjaga stabilitas harga pangan dan membatu mengurangi beban masyarakat pada bulan Ramadhan dan hariraya Idul Fitri 2017, Polres Jember, menggelar pasar murah.

Dalam bazar murah yang dipusatkan di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Kepatihan, Kecanatan Kaliwates. Polres Jember menggandeng sejumlah perusahaan menjual sejumlah kebutuhan masyarakat diantaranya Roti Biskuit, Bawang dan Sembilan Kebutuhan Pokok (Sembako) dengan harga dibawah pasaran.

Kegiatan ini untuk menjaga stabilitas harga pangan di bulan Ramadan dan menjelang Hariraya Idul Fitri “Pasar murah dibuka selama 2 hari, dimulai sejak tanggal 17-18 Juni 2017 dan dibuka sejak pukul 08.00 WIB hingga 11.00 WIB,” Demikian disampaikan  AKBP Kusworo Wibowo, Sabtu (17/6)

Kusoworo, beserta istri, Cut Laura, kompak ikut berdagang di pasar murah terbuka untuk umum ini. "Kita menggunakan motto siap rugi. Gula dipasaran Rp12.500, kami jual Rp10 ribu, Khong Guan(Biscuit)  Rp 80 ribu dijual Rp70 ribu, selisih Rp1 0 ribu, begitupun beras kwalitas baik dijual Rp 8.000 per kg” Katanya.

Hanya penukaran Uang baru dari Bank Indonesia (BI) yang tidak mau rugi, 1 Juta ditukar pecahkan sepuluh ribuan dapat 100 lembar, begitu juga lima ratus ribu dapat 100 lembar lima ribuan. "Kalau di stand pasar murah ini semua pedagang, siap menjual rugi” seloroh Kusworo sembari tersenyum.

Masih kata Kuswoeo, Sebanyak 17 stand yang berjualan berbagai produk tersedia stand samping Mapolres Jember. Meskipun stand bahan kebutuhan pokok atau sembako masih mendominasi yang berjumlah sekitar sepuluh stand dari jumlah yang ada. 

Dari belasan stand, tempat penukaran uang yang paling menjadi incaran masyarakat. Puluhan orang rela berjubel demi mendapat antrean. "Kami hadirkan Bank Indonesia untuk kepentingan masyarakat, Ini semua semata mata agar Polres Jember dapat memberikan manfaat buat masyarakat," ucapnya.

Adanya stand penukaran uang dari Bank Indonesia, sebut Kusworo, untuk menekan peredaran uang palsu dengan menghindari pihak atau oknum yang menawarkan jasa penukaran uang pecahan. Sehingga potensi penipuan dapat diminimalisir oleh aparat penegak hukum. (edw)

Berita Terkait Sosial Budaya

Tidak ada komentar: