Selamat Hariraya Idul Fitri 2017 "Minal Aidin Walfaizin", Mohon Maaf Lahir dan Batin."
Custom Search

Selasa, 13 Juni 2017

Puluhan Pedagang Lurug Pengelola Pasar Baru Kencong

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Kesal tak Kunjung diterbitkan Surat Ijin Menempati (SIM), puluhan perwakilan pedagang Pasar baru Kencong Selasa pagi (13/6) luruk Kantor PT Artha Wahana Persada.

Pasalnya pihak Pengembang Pasar berjanji akan memperpanjang SIM yang sudah mati, namun hingga kini tak pernah ada Realisasi, dan tak ada kejelasan. "Ya kurang lebih sudah 3 tahun lah mas, Pihak PT hanya Janji Janji thok, tak ada realisasi," Keluh Salah-satu pedagang Martin (50).

Setiap kali ditanyakan, jawaban yang dilontarkan oleh pihak Pengembang,  saling lempar, kesannya tak ada Tanggung jawab "Ketika kami bertanya pasti jawaban pihak PT, menunggu dari Dinas Pasar Kabupaten Jember, nah tapi hingga kini mana" ungkapnya dengan nada kesal.

Hal senada dikeluhkan, Untung (34), Ia sangat butuh SIM itu, untuk jaminan di bank, tambahan modal, menghadapi hari raya Idul Fitri. "Kami berharap pihak PT untuk segera menerbitkan SIM, Jika tidak kami akan mengerahkan masa lebih banyak" kata pedagang sarung ini.

Menanggapi keluhan itu, Farid, Manager Marketing PT Artha Wahana Persada menjelaskan  Penerbitan SIM bukan wewenangnya, namun kewenang Pemerinyahan kabupaten Jember, "Permasalah SIM adalah Kewenangan Pemkab, Bukan kewenangan kami." Ucapnya.

Bahkan Farid mengatakan pihaknya sudah melayangkan beberapa kali proposal pengajuan SIM kepada Pemkab Jember, Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan. "Ada sekitar 682 pedagang yang kami ajukan, namun tidak ada jawaban, kami berharap pedagang dapat memahami kondisi ini, " terang Farid.

Farid mengakui kurangnya sosialisi, sehingga para pedagang menuduh PT yang menghambat. "Insyaalloh dalam waktu dekat, kami akan gelar sosialisasi, akan kami jelaskan kepada seluruh pedagang keadaan yang sebenarnya." Pungkas Farid.

Informasi yang dihimpun media ini, bahwa kasus pedagang pasar Kencong Jember Jawa Timur sejak terbakar tahun 2005 tahun silam, kasusnya tak kunjung selesai, bahkan yang menikmati SIM itu, hanya pedagang tertentu, pasalnya hingga kini sekitar separuh pedagang belum menempati pasar tersebut. (yond)

Berita Terkait Ekonomi Bisnis

Tidak ada komentar: