"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Rabu, 26 Juli 2017

Heboh Di Facebook, Keluhan Peserta BPJS Kesehatan Direspon RS Jember Klinik

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Pasien BPJS Kesehatan, Agus Effendy kecewa atas pelayanan RS Jember Klinik, pasalnya, untuk pelayanan BPJS Kesehatan sudah penuh tetapi jika membayar sendiri masih ada. 

Kekecewaan ini diluapkan dalam tuliskan di sebuah Media Sosial (Medsos) grup facebook Info Warga Jember, Selasa (25/7) sekira pukul 19:00 WIB dan menjadi Viral, hingga berita ini ditulis Rabu malam (26/7) hingga mencapai ribuan komentar.

Adapun percakapannya dengan petugas loket saat mendaftar ke Petugas Loket untuk rawat jalan di Poli THT di Rumah Sakit tersebut yang tuliskan dalam akun Facebook bernama Bung Laros di grup tersebut adalah:

Petugas Loket : Bapak menggunakan BPJS apa bayar sendiri...??
Bung Laros : Pake BPJS bu..
Petugas Loket : Maaf pak, bila menggunakan BPJS sudah penuh. tapi bila membayar sendiri masih ada.
Bung Laros : Walau sempat kecewa, akhirnya saya putuskan ok dech bu.. bayar sendiri aja daripada harus wira wiri.

Lantaran heboh di medsos, Humas RS  Jember Klinik menghubungi via telepon untuk klarifikasi, dan bertemu di Grand Cafe, Jl. Jawa Jember Rabu siang (26/7), sekira jam 12:00 WIB, "Saya dihubungi Humas RS. Jember Klinik sekira jam 10:00 WIB, lalu saya meminta bertemu di Grand Cafe jam 12:00 WIB," ucapnya, Rabu (26/7).

Humas RS Jember Klinik saat hendak dimintai keterangan sejumlah awak media yang sudah menunggunya, enggan memberikan klarifikasi dengan alasan keburu ada takziyah dan langsung masuk mobil toyota kijang innova berwarna merah tua yang telah menunggunya di jalan. 

Menurut Bung Laros, Pihak Humas menjelaskan bahwa di RS Jember Klinik khususnya Poli THT memang ada pengkuotaan antara jumlah pasien BPJS dengan pasien mandiri, itu pun atas permintaan dari dokter spesialis yang bersangkutan," terang warga Perum Permata Claster No 8, Kelurahan Gebang, Patrang,

Ia berharap agar kejadian ini akan menjadi pelajaran untuk semua Rumah Sakit yang telah menyanggupi bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. “Bekerja harus sepenuh hati, jangan perumit masyarakat dengan dalih sistem dan ego pribadi semata”. Katanya.

Dengan kejadian ini, kedepan tidak akan ada lagi pengkuotaan dan diumumkan secara terbuka pada pasien BPJS Kesehatan serta tidak ada lagi kejadian serupa. “Mudah-mudahan pihak RS Jember Klinik mau mendengarkan serta merealisasikan saran, demi kebaikan kita semua kedepannya”. Harapnya.

Diakhir pembicaraannya, ia menyampaikan telah terlayani setelah kali ketiga untuk periksa, itupun dengan layaknya pasien umum dengan membayar karcis pendaftaran sebesar Rp 25.000, dan biaya periksa Rp 150.000 dan penebusan obat Rp 115.000." pungkasnya (edw)

Berita Terkait Kesehatan

Tidak ada komentar: