"Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017","Selamat Hari Pahlwan Republik Indonesia Tahun 2017"
Custom Search

Saturday, July 29, 2017

Produksi Petani Rumput Laut Situbondo Turun Drastis

Situbondo, MAJALAH-GEMPUR.Com. Karena perubahan iklim, sejak pertengahan Juli 2017, produsi para Petani rumput laut di Situbondo, Jawa Timur tak sesuai harapan, bahkan menurun drastis.

Cuaca buruk dan angin kencang membuat ombak yang pasang merusak lahan budidaya, sehingga Hasil panen menurun hingga 50 persenDemikian keluh petani rumput laut, Marwan, (34) salah satu kelompok petani  Desa Semiring, Kecamatan Mangaran, Sabtu (29/07).

Sekali panen, biasanya antara 25-35 hari,  menghasilkan 300-400 kg untuk rumput laut kering. kini, hanya 150-200 kg. "Rumput rontok terbawa gelombang tinggi. Para petani Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, juga mengalami nasib sama. Lantaran kualitas rusak, harga jualnya juga murah.

Menurut pengepul H Soib Mustofa, sekitar 52 persen, warga pesisir Situbondo penghasil rumput laut, selebihnya pegawai dan nelayan. "Untuk konsumsi catony dan spinosum rata-rata luas 10 area, hasil panen sekitar 20-25 ton per panen. Gelombang merusak kualitas rumput laut bahkan pangsa pasar merosot,”. Katanya.

Menurut Hamisun (45), warga Klatakan, masalah lain adalah penanganan pasca panen dan perlindungan alih fungsi lahan, Minimnya modal, ruang kelola sempit petani masih menjemur secara tradisional, pemerintah sebaiknya membangun pabrik yang dikelola lokal tidak seperti di desa Klatakan yang dikelola asing.

Dengan adanya pabrik lokal, petani tak perlu menjual ke tengkulak luar, hargapun akan lebih tinggi. Untuk itu perlu komitmen pemerintah agar petani tidak tergusur oleh pembangunan pariwisata, atau indutri asing. kalau lahan dipakai pariwisata, industry asing , pentani  bisa terkikis" jelasnya. (edo)

Berita Terkait Pertanian

No comments: