"Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.", "Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72.","Selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia Ke 72."
Custom Search

Kamis, 06 Juli 2017

BNPT; Teroris Incar Dunia Pendidikan Merekrut Anggota

Jember, MAJALAH-GEMPUR.Com. Badan Nasional Pencegahan Terorisme (BNPT), meminta seluruh elemen bangsa waspadai gerakan faham radikalisme yang sudah mengincar dunia Pendidikan sebagai targetnya.

Saat ini organisasi Islam radikal ini sudah masuk dunia pendidikan mulai dari Paud hingga perguruan tinggi, dan sejumlah mahasiswa serta dosen, bahkan di salah-satu mahasiswa perguruan tinggi di Jember sudah ada yang terindikasi menjadi anggota organisasi terlarang tersebut.

Demikian disampaikan Direktur Pencegahan Deputi 2, Badan Nasional Pencegahan Terorisme (BNPT), Brigjenpol Hamli, dalam acara sosialisasi “Ancaman terorisme dan pencegahannya”, yang diselenggarakan oleh Polres Jember, Kamis (6/Juli) sore. 

Tampak hadir Bupati Jember dr Faida dan Dandim 0824/Jember Letkol Ini Rudianto, Forkopimda, pejabat Polri, Pemkab dan Muspika, Rektor Universitas di Jember, Organisasi Keagamaan, NU dan Muhamddiyah, Organisasi Kepemudaan, Organisasi Mahasiswa, dan pimpinan Pondok Pesantren, serta Pimpinan Parpol 

Wilayah tapal kuda (kabupaten Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Lumajang) hingga pulau Madura merupakan salah satu target memperluas jaringannya. Karakter masyarakatnya yang kuat dalam memegang teguh keyakinan dianggap sebagai sebuah tantangan sekaligus potensi untuk merekrut anggota.

Untuk itu, Hamli mengajak semua pihak termasuk Rektor, Dinas Pendidikan, tokoh masyarakat dan para kiai agar lebih waspada terhadap ajaran orang-orang yang menunjukkan ciri-ciri radikal agar ancaman terorisme tidak terus terjadi di negeri ini.

Sementara Kapolres Jember Kusworo Wibowo, SH, SIK, MH berharap, yang kontra radikalisme itu jangan sampai terkena paham radikal, itu yang kita lakukan yang sifatnya pencegahan. "Makanya kita undang seluruh pengasuh Pondok Pesantren se-Kabupaten Jember, Rektor-rektornya dan alhamdulillah hadir semua" ujarnya.

Ini mengantisipasi jangan sampai kampus-kampusnya dan mahasiswanya, dosennya ataupun ruangannya serta fasilitas gedung kampus digunakan untuk kelompok-kelompok radikal. "Begitupun dengan Dinas Pendidikan dan Pondok pesantren jangan sampai disusupi, oleh paham-paham radikal" ungkapnya.

Acara diahkiri dengan penandatanganan dan pernyataan Sikap oleh Forpimda Kabupaten Jember, Bupati, Dodim, Kapolres, Kajari, dan Wakil Ketua DPRD Jember, Ormas Kepemudaan di lanjutkan pernyataan dari Kelompok Ormas Islam dan Rektor Perguruan Tinggi di Jember. (edw)

Berita Terkait Politik dan Hukum

Tidak ada komentar: